Dayak sebagai Subjek Perjuangan: Tanggapan atas Jurnal Budaya Kusni Sulang
289 ViewsOleh Dr. JEMY RENHART – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Palangka Raya. Artikel ini merupakan tanggapan penulis terhadap Jurnal Budaya
Baca Selengkapnya289 ViewsOleh Dr. JEMY RENHART – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Palangka Raya. Artikel ini merupakan tanggapan penulis terhadap Jurnal Budaya
Baca Selengkapnya289 ViewsSaya memahami kosa-kata [Dayak] itu secara hakiki tidak lain dari sinonim dari kata pejuang. Menjadi Dayak adalah kutukan untuk
Baca Selengkapnya230 ViewsOleh R. GIRING – Penikmat Karya Seni, Aktif di Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih & Pusat Dayakologi. Dunia seni tak
Baca Selengkapnya644 ViewsOleh: R. Giring – Aktif di Pusat Dayakologi & Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih Akhir tahun 2025 menutup kalender dengan
Baca Selengkapnya690 ViewsOleh: R. GIRING – Pembelajar Masalah Kebudayaan di Pusat Dayakologi & Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih Tulisan ini berdasarkan bahan
Baca Selengkapnya1.713 ViewsOleh: R. Giring – Penggiat Isu Kebudayaan di Pusat Dayakologi Beberapa tahun ini kehadiran mandau di ruang-ruang publik semakin
Baca Selengkapnya778 ViewsOleh: R. GIRING – Pembelajar Topik Kebudayaan di Pusat Dayakologi dan Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih Bersumber dari bahan saya
Baca Selengkapnya1.257 ViewsOleh: MISBACH TAMRIN – Seniman Pelukis, Tinggal di Banjarmasin Sikap dan langkah penerapan demokrasi Reformasi 1998 di bidang seni
Baca Selengkapnya2.064 ViewsOleh: RICARDA GARDILL & JAN HAUPTMANN – Peserta Program Magang di Borneo Institute Pada intinya, budaya adalah jawaban manusia
Baca Selengkapnya1.758 ViewsOleh: R. Giring – Aktif di Institut Dayakologi & Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih Rabu (23/10/2024), dari Institut Dayakologi, penulis
Baca Selengkapnya