Memaknai 26 Tahun Credit Union Gerakan Gemalaq Kemisiq Mengabdi untuk Kehidupan dan Keselamatan

1.582 Views

Asal-usul Nama CUG Gemalaq Kemisiq

Nama CUG GK diinspirasikan dari sosok pahlawan pemberani asal Tanjung bernama Gemalaq Kemisiq. Pemimpin masyarakat dari Tanjung ini bertubuh kekar, tinggi, dikenal sosok yang berani melawan ketidakadilan dan penindasan.

Baca juga: https://kalimantanreview.com/sah-penetapan-pengakuan-dan-perlindungan-mha-dayak-jalai-batu-monang-dan-dayak-kendawangan-silat-hulu/

Masa dewasa Gemalaq Kemisiq di era “Kamit” atau perbudakan di zaman kerajaan dulu. Ia lahir sekitar awal abad ke-20. Pada zaman kerajaan, diberlakukan “Kamit” dan kewajiban setiap kepala keluarga di kampung agar membayar upeti ke pihak kerajaan berupa besi, beras, ayam, telur ayam, dan hasil tani lainnya.

“Kamit” adalah kewajiban mengirim minimal 10 orang dewasa per kampung untuk dijadikan tenaga pembantu di lingkungan kerajaan dan mereka dipekerjakan hingga 6 bulan di lingkungan kerajaan kala itu. Jika selama 6 bulan para penggantinya tidak datang karena belum dikirim dari kampung atau karena sesuatu halangan, maka para “Kamit” ini tidak boleh pulang dulu. Mereka tetap bekerja seperti biasa sampai para penggantinya datang.

Gemalaq Kemisiq tidak rela menyaksikan rakyatnya menderita lantaran terus menerus membayar upeti dan harus mengirim 10 orang dewasa per kampung ke kerajaan kala itu, maka dengan gagah berani, Gemalaq Kemisiq mendatangi pihak kerajaan. Dia meminta kerajaan menghentikan “Kamit” dan pungutan upeti terhadap masyarakat Dayak Jalai dan masyarakat sekitarnya. Singkatnya, permintaan Gemalaq Kemisiq dipenuhi pihak kerajaan saat itu.

Cerita tentang sosok kepahlawanan Gemalaq Kemisiq yang pemberani tersebut direkam John Bamba dari penuturan ibundanya yakni Ibu Gema yang ketika masih kanak-kanak sekitar tahun 1940-an pernah melihat langsung sosok Gemalaq Kemisiq di Kampung Tanjung.

Persiapan seremoni potong kue HUT ke-26 CUG Gemalaq Kemisiq, Selasa (18/2/2025).

“Gemalaq Kemisiq adalah sosok pahlawan yang menghentikan “Kamit” dan kewajiban bayar upeti di zaman kerajaan dulu. Semangat dan perjuangan sosok Gemalaq Kemisiq sesuai dengan semangat perjuangan melawan kemiskinan melalui lembaga CU. Nama Gemalaq Kemisiq ini kemudian dipilih sebagai nama yang menginspirasikan semangat dan nilai-nilai yang diperjuangan bersama melalui CUG GK sejak awal kiprahnya,” pungkas John. Ini adalah kali pertama dan di kesempatan RAT ke-26, sejarah asal usul CUG GK diceritakan terbuka di hadapan peserta.

Pengurus dan Pengawas Baru

Agenda RAT CUG GK TB. 2024 juga meminta persetujuan dan menetapkan susunan pengurus dan pengawas periode 2025-2027 hasil kerja tim formatur. Berikut susunan Pengurus dan Pengawas CUG GK periode 2025-2027. Susunan Pengurus terdiri dari: [1] Ketua: Aloysius Rusmanto, [2] Waka 1: Darmono, [3]  Waka 2: Agustinus Bayer, [4] Sekretaris: Widyastuti Suli, [5] Bendahara: Klementina, [6] Anggota 1: Desmas, [7] Anggota 2: Budin, S.P.

Pengawas: [1] Ketua: Ajin Vensentius, [2] Sekretaris: Lusius Maris, [3] Anggota: Damascus Lijon.

Dewan GEMALAK, Tempat Pelayanan dan Anggota

Dewan GEMALAK adalah organ CUG GK yang sifatnya tidak operasional hari-hari. Menurut Ketua Penasehat CUG GK, John Bamba, Dewan GEMALAK menjadi panutan dan penjaga roh, semangat, prinsip dan nilai-nilai CUG GK. Dewan GEMALAK tak dapat diberhentikan, tapi bisa mengundurkan diri karena alasan yang sangat prinsip. GEMALAK merupakan akronim dari Gerakan Masyarakat Adat Dayak Jalai dan Kendawangan.

“Dewan GEMALAK tidak bekerja operasional hari-hari. Keanggotaan Dewan GEMALAK terdiri dari aktivis senior dan inisiator pendirian CUG GK. Dewan GEMALAK juga sekaligus mendampingi pengurus. Sebagai penjaga ideologi, prinsip dan nilai-nilai Gerakan, maka posisinya menjadi tempat konsultasi, koordinasi dan konsolidasi terutama jika terjadi, kekosongan pengurus dan perubahan Anggaran Dasar yang akan disahkan di RAT, termasuk apabila CUG GK menghadapi persoalan krusial terkait ideologi Gerakan dan harus segera diselesaikan. Di organisasi lain, tim seperti ini disebut Komite Pendiri, atau Dewan Pertimbangan,” pungkas John.

Berikut Dewan GEMALAK CUG GK yaitu: [1] Gema, [2] Agustinus Bayer, [3] Lucius Maris, [4] Sarvianus Mimi, [5] Fransiscus Kusnadi , [6] Ajin Vensentius, dan [7] John Bamba.

Sekarang ini 26 tahun perjalanan CUG GK memberikan pelayanan, sudah ada 12 daerah tempat pelayanan. 12 TP tersebut adalah: [1] TP Tanjung, [2] Atuq Kaling, [3] TP Batu Banggiq, [4] TP Batam, [5] TP Tempayak, [6] TP Gari Bindang, [7] TP Patih Gerintang, [8] TP Bukit Kulit, [9] TP Bukit Benyalaq, [10] TP Lubuk Panjang, [11] TP Liman Sariq, dan [12] TP Pondok Natai. Per Desember 2024, CUG GK melayani 22.233 orang anggota.[ ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *