CU SUMBER KASIH BERTEKAD KONSISTEN MENJADI CU GERAKAN

 

Pada tanggal 1-2 Pebruari 2013, kembali Aula St. Paulus Paroki Kristus Raja Teraju – Toba turut menjadi saksi sejarah dengan dilaksanakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT) CU. Sumber Kasih yang ke-18 seiring dengan usia CU. Sumber Kasih genap 18 tahun pada tahun 2013 ini (1 Mei 2013).
Rapat Anggota Tahunan kali ini mengangkat sebuah tema “PEMAHAMAN KONSEPSI FILOSOFI PETANI DAN CU GERAKAN” dengan maksud dan tujuan untuk mempertegas sikap dan komitmen CU Sumber Kasih terhadap kesepakatan yang telah ditetapkan di Rumah Gemalaq, Tanjung pada tanggal 8 – 10 November 2012 yang lalu. Di samping itu karena pada saat pembuatan kesepakatan cuma diikuti oleh beberapa orang dari CU Sumber Kasih, maka diharapkan lewat forum RAT proses penyebaran informasi kepada seluruh anggota akan cepat karena peserta seminar adalah para tokoh masyarakat, para pangkalan kolektor dan kelompok inti yang mewakili masing-masing wilayah pengembangan CU Sumber Kasih.
RAT Tahun ini diikuti oleh 388 orang yang mewakili anggota dari tiap-tiap wilayah pengembangan CU Sumber Kasih. Pada hari pertama diawali dengan seminar 1 hari yaitu pada tanggal 1 Februari 2013, dengan menghadirkan 3 orang narasumber yang sudah dikenal secara nasional maupun internasional, yaitu Drs. AR. Mecer, John Bamba (ID) dan Matheus Pilin Belawing (GPPK).
CU yang memiliki asset Rp. 89.357.508.923,00 per 31 Desember 2012 ini, telah melakukan upaya-upaya pembenahan budaya organisasi sesuai dengan nilai-nilai intinya, yaitu: Kejujuran, Kesederhanaan, Kecepatan, Kerjasama Tim, Keberanian Mengelola Resiko, dan Melayani Dengan Sepenuh Hati. Kerja keras yang harus terus dilakukan adalah bagaimana ketujuh nilai inti tersebut tertanam ke darah daging semua insan CU Sumber Kasih. CU. Sumber Kasih adalah CU Gerakan. Artinya di dalam proses perkembangannya harus selalu memperhatikan beberapa aspek kehidupan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yang diantaranya adalah gerakan/perberdayaan ekonomi sendiri, persoalan-persoalan yang berhubungan dengan ekologi, persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah sosial –budaya, dan politik. CU Sumber Kasih harus menunjukkan peran pentingnya sebagai lembaga yang berfungsi untuk merubah sebuah kondisi ketidakberdayaan menuju kehidupan yang lebih bermartabat, mandiri, berdaulat dan berkesinambungan.
CU Sumber Kasih sebagai CU Gerakan yang tergabung dalam wadah GCU-FPK, pada RAT tahun ini mempertegas diri bahwa tujuan akhir yang ingin dicapai adalah bukan keuntungan semata (kapitalistik) tetapi terjadinya sebuah perubahan kondisi, perubahan tindakan, dan perubahan pola pikir pada tiap-tiap anggota/masyarakat serta mengakarnya budaya lokal.
Konsepsi Filosofi Petani sangat erat kaitannya dengan cara hidup yang dipraktekkan sehari-hari oleh golongan manapun. Karena harus diakui bahwa tiap-tiap orang yang mempraktekkan pola hidup yang turun temurun dari para leluhurnya, berarti mereka mempraktekkan konsepsi filosofi petani. Adalah terlalu sempit kalau kata PETANI hanya diartikan sebatas kaum tani.
PEASANT dapat dipahami sebagai orang yang terpinggirkan, dipermiskinkan, diperbodohkan, tertindas, marjinal, dan miskin, seiring dengan komunitasnya kebanyakan tinggal di daerah-daerah perkampungan.
Semoga semangat dan jiwa FLOSOFI PETANI benar-benar tertanam di hati semua anggota dan aktivis CU-CU Gerakan dan menjadi pegangan hidup dalam mengembangkan CU ke masyarakat luas, terima kasih kepada semua anggota, teman-teman Pengurus, Pengawas, Penasehat CU. Sumber Kasih yang telah berperan mengembangkan Lembaga ini.***

URANG KAYO PILOR KENDALI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *