RAT CU FILOSOFI PETANI PANCUR KASIH

Terus Melaju Meningkatkan Praktik Nilai-nilai Konsepsi Filosofi Petani

 

Bertempat di Auditorium BAPELKES Pontianak, Sabtu 19 Januari 2013 Credit Union Filosofi Petani Pancur Kasih (CUFPPK) melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2012. Acara dimulai dengan Misa Syukur dipimpin oleh Pastor Pius Barses, CP. RAT dihadiri 106 orang peserta perwakilan anggota dari Pangkalatn Nagari (Pontianak, Landak dan sekitarnya), Pangkalatn Binua Bodok dan Pangkalatn Binua Menukung.
Hadir dalam acara pembukaan, Linda Purnama,M.Si mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Barat. Dalam sambutan tertulisnya Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan RAT dan perkembangan CUFPPK. Pada kesempatan itu disampaikan juga sosialisasi tentang UU No 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang menggantikan UU No 25 Tahun 1992. Dengan diberlakukannya UU Nomor 17 Tahun 2012 maka seluruh koperasi termasuk Credit Union diwajibkan melakukan perubahan dan mengikuti ketentuan yang tercantum di dalam Undang-undang yang baru.
Di lain pihak, Johanes Sunyan Ketua Perkumpulan Gerakan Credit Union Filosofi Petani Kalimantan (GCU-FP Kalimantan) dalam sambutannya justru lebih banyak mengkritisi UU No 17 tahun 2012 tersebut. Menurutnya, ada banyak pasal yang tidak sesuai dengan nafas Gerakan Credit Union yang telah dikembangkan selama ini. Dalam salah satu pasal yang dikritisinya, yakni pasal 55 ayat 1, disebutkan bahwa Pengurus dipilih dari persorangan, baik Anggota maupun non-Anggota. Ini jelas bertentangan dengan asas “dari oleh dan untuk anggota”. Maka dari itu, sebagai tanggapan terhadap UU Nomor 17 Tahun 2012, GCU-FP Kalimantan yang terdiri dari 6 CU (CUFPPK, CUSK, CUGK, CUCA, CU Manteare RTM dan CUPU) telah mendaftarkan Judicial Review terhadap UU No 17 Tahun 2012 pada tanggal 24 Januari 2013 ke Mahkamah Konstitusi.
Ketua CU Filosofi Petani Pancur Kasih (CUFPPK) Agatha Anida mengatakan bahwa RAT tahun buku 2012 ini merupakan RAT kedua sejak CU FPPK berdiri tanggal 30 April 2011 yang mengambil Tema “Memperkuat Praktek dan Nilai-nilai Konsepsi Filosofi Petani dalam Pelayanan kepada Sesama”. Tema ini dianggap relevan karena pembelajaran praktek-praktek selama 2 tahun ini memerlukan adanya suatu sistem pendukung dan bentuk pelayanan yang mampu mentransformasikan konsepsi Filosofi Petani.
Dalam Laporan pertanggungjawabannya pengurus memaparkan beberapa capaian-capaian program kerja tahun buku 2012 diantaranya pada aspek keanggotaan 94,44% dari target 5.000 orang atau naik 368,92% bila dibandingkan dengan tahun buku 2011. Sedangkan dari perkembangan aset adalah 179,16%. Namun secara kualitas anggota masih harus diperbaiki dan menjadi fokus program kerja tahun buku 2013. Beberapa pencapaian program kerja tahun buku 2012 lainnya yakni, realisasi pencapaian target pendapatan Rp 5,117,865,495,- (82,91%), biaya Rp 4,381,840,490,- (77,30%) sehingga realisasi target SHU Rp 736,025,005,- (145,82%). Dengan perkembangan dan sambutan anggota yang cukup baik maka pada tahun buku 2012 CUFPPK membuka 2 tempat pelayanan yakni Pangkalatn Binua Bodok yang berdiri tanggal 7 Mei 2012 dan Pangkalatn Binua Menukung yang berdiri tanggal 14 Juli 2012.
Sementara itu, Badan Pengawas (BP) dalam laporannya menyimpulkan bahwa unsur-unsur organisasi CUFPPK sudah menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik walaupun belum sepenuhnya tercapai. Sedangkan dari aspek administrasi, pengelolaan administrasi keuangan dan non keuangan sudah cukup baik dan memberikan kemudahan dalam pelayanan. BP merekomendasikan beberapa hal antara lain, pembaharuan struktur manajemen; dan sistem pengelolaan kredit yang tepat dengan sistem yang sesuai dengan konsep Filosofi Petani.
Dalam RAT kali ini juga disampaikan program kerja 2013 oleh Heronimus Ungking selaku Manajer CUFPPK. Pada aspek keanggotaan tahun buku 2013 ditargetkan 6.711 orang dengan 3 tempat pelayanan yakni Pangkalatn Nagari Pontianak, Pangkalatn Binua Bodok dan Pangkalatn Binua Menukung. Pada sisi produk dan pelayanan CUFPPK sudah menyediakan produk simpanan dan pinjaman yang variatif dan berpasangan dan adanya produk baru yakni Simpanan Radakng (perumahan), Simpanan Perahu (kendaraan) dan produk Simpanan dan Pinjaman Batukng (pernikahan). Sedangkan perubahan dilakukan pada produk solidaritas, yakni dihapuskannya produk RAJA (Rawat Jalan). “Sasaran utama dari program kerja tahun buku 2013 adalah peningkatan kualitas anggota. Untuk itu maka strategi yang dilakukan adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan dan pelatihan bagi anggota melalui evaluasi dan lokakarya modul pendidikan wajib serta meningkatkan kualitas sumber daya aktivis,” pungkas Hero.
Semoga semangat Filosofi Petani bukan hanya sebuah retorika tetapi nyata dan mampu membawa perubahan sebagai manusia yang berdaya. Salam pembebasan dan pemberdayaan dalam kasih persaudaraan.***

PINSENSIUS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *