“Angas Unggoh Di Tongah, Ator Peringkah Makai Dasar Yang Togap”: CU Sumber Kasih Melayani dengan Konsisten dan Disiplin

248 Views

Penulis & Foto: Manuk Kitow | Editor: R. Giring

Teraju,  KR – Pagi hingga sore, Sabtu (9/3/ 2024) itu, hujan urung mengguyur Kota Teraju. Seolah-olah sepakat dengan pepatah mendung tak berarti hujan. Hari itu 370-an orang memadati aula Gereja Paroki Kristus Raja, Teraju, Kab. Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.

Lihat juga: https://kalimantanreview.com/cu-sumber-kasih-bertekad-konsisten-menjadi-cu-gerakan/

Siapakah mereka? Mereka adalah peserta RAT CU SK Tahun Buku 2023. Sebagian besar di antaranya memakai kemeja putih dan bawahan warna hitam. Yang lainnya memakai kaos biru, lengan pendek yang berkerah, bertuliskan CU Sumber Kasih. Mereka adalah para aktivis, pengurus dan pengawas CU Sumber Kasih.

Sebagian kecil yang lain mengenakan baju dan bawahan yang berbeda yang menunjukkan mereka adalah peserta peninjau dari GPPK, GCU-FPK, CU Gemalaq Kemisiq, CU Canaga Antutn, CUG Konsepsi Filosofi Petani Pancur Kasih, dan Sekretariat GPPK.

Hadir juga sebagai peninjau beberapa pejabat Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat, Camat Toba, dan Koramil Toba.

“Ini RAT CU SK yang ke-29. CU SK memulai kegiatan pelayanan pada tahun 1994. Kita patut bersyukur karena bisa eksis melayani hingga sekarang. Tentu saja CU SK tidak mudah bisa eksis hingga kini, ” kata Ujiman, Ketua Pengurus CU SK saat memberikan sambutannya.

Senada dengan itu, Frans Junsin (67), salah satu pendiri CU SK mengatakan, sekarang CU SK ibarat seseorang yang berusia 29 tahun sehingga sudah cukup matang.

“Di usia yang  telah matang seperti ini tentu banyak pengalaman yang telah dilalui. Perkembangan CU SK sekarang sangat jauh berbeda dari tahun-tahun awal kegiatan CU SK pada tahun 1994-1995. Kita patut bersyukur, karena CU SK semakin berkembang, bisa memberi manfaat bagi banyak orang, khususnya kepada anggotanya. Pada 1994 dulu kami memulai dengan modal awal sebesar Rp340 ribu,” kata Frans Junsen saat memberikan motivasi mewakili para pendiri.

Ia berharap, baik pengurus, pengawas maupun manajemen mesti konsisten dalam melayani yang terbaik kepada anggota sebagaimana semangat awal pendirian CU Sumber Kasih. “Apabila ada masalah, carilah jalan solusi dengan musyarawah mufakat,” tegas Frans Junsen.

Sementara itu Kanisius Beni, Camat Toba, mengatakan apresiasinya terkait tema RAT yang diambil dari Bahasa Dayak Desa, yang bermukim paling banyak di wilayah Kec. Meliau dan Kec. Toba Kab. Sanggau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *