PD AMAN Sanggau Gelar Diskusi tentang Ancaman atas Wilayah Adat dan Beri Bantuan ke Komunitas Anggota Terdampak Bencana Banjir
Teks & Foto: Rilis PD AMAN Sanggau | Editor: Tim Editor & Giring
Sanggau, KR – PD AMAN Sanggau kembali menyerahkan bantuan bencana banjir di 2 komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN Sanggau, yakni Komunitas Sami dan Komunitas Mayao, Sabtu (29/3/2025). Penyerahan bantuan dilaksanakan di Rumah Betang Piri Juru Bonti, Kecamatan Bonti. Sebelumnya, kegiatan serupa juga digelar di Kecamatan Beduai yakni di 5 komunitas di sana.
“Ini merupakan agenda terakhir dari penyerahan bantuan bencana di komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN Sanggau yang dilanda banjir pada akhir Januari dan awal Februari 2025,” kata Hendrikus Hendi, Ketua PD AMAN Sanggau.

Hal tersebut dikatakannya melalui rilis PD AMAN Sanggau yang diterima KR pada, Selasa (1/4/2025).
Bersamaan dengan kegiatan itu juga digelar diskusi dan sosialisasi tentang AMAN dan Masyarakat Adat. Tujuannya adalah demi mengingatkan kembali kepada 2 komunitas tersebut terkait status keanggotaan mereka di organisaai AMAN.

Diskusi juga bertujuan untuk mendengarkan secara langsung persoalan-persoalan di 2 Masyarakat Adat itu, di antaranya tentang persoalan lingkungan, persoalan yang dihadapi wilayah adatnya baik hutan adat maupun wilayah kelola Masyarakat Adat di 2 komunitas tersebut.
Dalam diskusi dan sosialisasi, Lukas Kibas menyampaikan materi mengenai sejarah pendirian AMAN yang di masa awalnya turut dikontribusikan oleh AMA Kalbar. Sedangkan Rufinus menyampaikan materi tentang seluk beluk keorganisasian AMAN. Norman Jiwan dan Nikodemus Ale memantik diskusi tentang topik HAM, lingkungan dan wilayah adat.
Dalam rilisnya dinyatakan bahwa sosialisasi dan diskusi bertujuan memberikan pendidikan dan pemberdayaan bagi Masyarakat Adat Sami dan Mayao.
Ruang Hidup Terancam, Perdagangan Karbon Sempitkan Ruang HIdup

