Menunjang Keberlanjutan Pangan di Batas Negeri dengan Pelatihan Pupuk Organik
Dalam kesempatan tersebut, Pak Kadol memaparkan alur pembuatan pupuk organik dan keunggulannya serta bedanya dari pupuk kimia. “Salah satu perbedaan pupuk organik dari pupuk kimia adalah pupuk organik bekerja menyuburkan tanah yang akan berdampak bagus bagi pertumbuhan dan kesuburan tanaman di tanah tersebut. Berbeda dari pupuk kimia yang hanya menyuburkan tanaman, tetapi mengurangi tingkat kesuburan tanah. Pupuk organik memberikan keuntungan jangka panjang dibanding pupuk kimia yang dapat merusak tanah,” imbuh pria asal Segumon Mawa tersebut.

Daria Judin (51), warga perempuan, asal Segumon, saat usai mengikuti pelatihan tersebut menyebutkan bahwa membuat pupuk organik ternyata cukup mudah, pasalnya bahan bakunya tidak sulit ditemui di sekitar kampung, sebut saja batang pisang, daun bambu, daun makuna dan air.
“Dengan mudahnya mencari bahan baku serta keunggulan jangka panjang yang ditawarkan, harusnya kita tidak ragu lagi untuk menggunakan pupuk organik,” tambahnya.
Pelatihan pembuatan pupuk organik padat tersebut diawali dengan persentasi teori dari Markus Kadol, kemudian, dilanjutkan dengan praktik melumatkan bahan baku menggunakan mesin pecacah yang dimiliki Laja Lolang Basua’ (LLB). Seluruh peserta tampak cukup puas setelah berpraktik bersama dan bersemangat segera membuat pupuk organik sendiri. (*)

