USIR PULANG HANTU SAMPAR, DAYAK SEPIRI GELAR RITUAL ADAT BATATULAK BARO BAHUK

707 Views

“Lindungi Kehidupan Makhluk Hidup dengan Karantina Mandiri a la Masyarakat Adat”

Laman Sepiri, Demit, Sandai, Ketapang–Pada hari Minggu (26/3/2020) tidak kurang dari 100-an warga Masyarakat Adat Dayak Sepiri, Pawan Hulu, Laman Sepiri, Desa Demit, Kecamatan Sandai, Kab. Ketapang menyelenggarakan Ritual Adat Batatulak Baro Bahuk atau Adat Tolak Bala.
Ritual adat ini bertujuan untuk mencegah atau menangkal masuknya hantu sampar, baro bahuk atau wabah penyakit ke dalam kampung halaman, termasuk untuk menangkal wabah virus korona (covid-19).

Ritual dipimpin oleh 2 orang Pemangku Adat yang disebut Tuha Tobus yang diketuai Pak Adil (70) dan wakilnya Pak Loren (30). Dalam prosesi adatnya, Tuha Tobus menuturkan silsilah sampar atau baro bahuk dalam 5 cerita lisan di hadapan seratusan warga adat, terdiri kaum tua, muda, perempuan, laki hingga anak- anak yang hadir.

Bekal Pulang bagi Para Hantu Sampar

Lanting, diisi dengan berbagai jenis bahan ritual adat yang melambangkan sebagai bekal pulang bagi para hantu sampar.

Bagian terakhir dari Adat Tolak Bala ini ditandai dengan ritual menolak lanting di arus sungai yang besar. Lanting terbuat dari kayu khusus, namanya garung omas, diisi dengan berbagai jenis bahan ritual adat yang melambangkan sebagai bekal pulang bagi para hantu sampar: baro bahuk, dan wabah covid-19 ke tempat asalnya masing-masing, dan supaya tidak mengganggu manusia.

Wajib Berpantang 3-5 Hari

Ritual adat ini memiliki konsekuensi berupa kewajiban berpantang bagi seluruh warga kampung dan orang dari luar yang mau masuk ke wilayah kampung.

Kewajiban berpantang selama 3 hingga 5 hari memiliki ketentuan: khusus bagi warga kampung berpantang selama 3 hari, sedangkan untuk pemangku/pemegang adat wajib pantang selama 5 hari.

Orang Dayak Sepiri, Pawan Hulu menjalankan beberapa kewajiban berpantang. Di antaranya adalah larangan tidak boleh keluar rumah selama 3-5 hari, tidak boleh balale-balayuk, marobung, mahumbut, manompar, mengulat, maikan, malauk (artinya tidak boleh menebas/menebang pohon, tidak boleh mengambil sayur mayur, tidak boleh mencari ikan dan lauk).

Kaum Perempuan Dayak Sepiri, Pawan Hulu, Laman Sepiri, Desa Demit, Kecamatan Sandai, Kab. Ketapang ikut dalam Ritual Adat Batatulak Baro Bahuk atau Adat Tolak Bala

Selama dalam masa berpantang, orang dari luar tidak boleh masuk kampung. Jika sudah terlanjur masuk di kampung selama masa pantang belum dicabut, maka orang tersebut tetap harus berada di kampung dan tidak boleh keluar.

Teks: Antimus Lihan. Foto: Nenny, Neti dan Joti. Editor: R.Giring & K.Gunui’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *