TANGKAL KORONA MASUK KAMPUNG DAN MELUAS, MASYARAKAT ADAT KOMUNITAS TAMPUN JUAH DI KETEMENGGUNGAN SISANG KAMPUNG SEGUMON GELAR RITUAL ADAT MALIS

1.046 Views

Praktik Glokalisasi, Lawan Bencana Global COVID 19 untuk Kehidupan dan Keselamatan Universal dengan Kearifan Lokal dan Kekuatan Alam Semesta

SEGUMON–Sabtu (21/3/2020) Masyarakat Adat Kampung Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau menangkal wabah virus korona dengan Ritual Adat Malis yang pada umumnya disebut Tolak Bala.

Ritual Adat Malis tersebut dilaksanakan di beberapa tempat. Pembukaan ritual dilakukan di Balai Pertemuan Kampung Segumon. Ritual selanjutnya dilaksanakan di tiga lokasi, pertama di Titik Nol Batas Indonesia-Sarawak, Malaysia. Lokasi kedua dilakukan di akses jalan penghubung antara Kampung Segumon dan Guna Baner. Lokasi yang ketiga di akses jalan penghubung antara Kampung Segumon dengan Kampung Kuyak. Ritual Adat Malis tersebut dilakukan untuk menutup akses dari dan ke Kampung Segumon dengan pemasangan atau penancapan Empago dan Tingi Balu yang berfungsi menjadi portalnya.

Masyarakat Adat Kampung Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau menangkal wabah virus korona dengan Ritual Adat Malis

Ritual Tolak Bala tersebut dipimpin oleh Ibu Jangin sebagai Tukang Pomang. Menurut dia, tujuan ritual ini adalah untuk menjaga dan menangkal ancaman segala macam penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan virus korona terhadap seluruh warga Masyarakat Adat Kampung Segumon. Ritual juga dimaksudkan agar seluruh warga semakin meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari berbagai penyakit.

Berpantangan

Segera setelah ritual usai, tidak lupa Tukang Pomang mengumumkan pantangan kepada seluruh warga Segumon.

Pantangan utama adalah seluruh warga Segumon dilarang keluar dari wilayah kampung, dan sebaliknya, warga dari luar Kampung Segumon tidak bolek masuk ke Segumon. Ibu Jangin, Tukang Pomang Ritual Adat Malis juga mengumumkan berbagai jenis larangan atau berpantangan selain yang utama di atas. Jenis-jenis berpantangan ini terkait erat dengan relasi manusia dengan alam sekitar, dan dengan sesama, di antaranya adalah: 1) pantang masuk ke hutan, termasuk untuk mencari sayur, bahan obat, 2) pantang pergi ke ladang, 3) pantang ke kebun, 4) pantang berburu, 5) pantang mencari sayur dan lauk pauk di luar rumah, 6) pantang memotong ayam, 7) pantang memotong babi, 8) pantang menangkap ikan, 9) pantang menggunakan kendaraan bila ke luar rumah untuk keperluan tertentu, 10) pantang membuat suasana bising dengan suara keras, berkelahi atau keributan-keributan.

Bahan Ritual dalam Malis, Ritual Adat Tolak Bala Masyarakat Adat Kampung Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau

Adapun masa pantangan dilaksanakan dari tanggal 21/03/2020 (Malam) sampai dengan tanggal 23/03/2020 (Pagi).Bagi siapa pun yang melanggar pantangan tersebut akan dikenakan sanksi Adat Sekati Panding Empat Buah.

Musyawarah Para-Pihak

Ritual Adat Malis di Segumon dilaksanakan berdasarkan musyawarah mufakat para-pihak, terdiri dari Tokoh Adat, Kepala Dusun bersama Masyarakat Adat Kampung Segumon yang dikoordinir langsung oleh Dogim (70), Kepala Adat Kampung Segumon dibantu oleh Pentarut, didampingi oleh Lembaga Laja Lolang Basua’.

Musyawarah dan pelaksanaan ritual adat juga melibatkan Pos Pamtas 641, PosPol, Imigrasi dan Bea Cukai Kampung Segumon. Masyarakat Adat Kampung Segumon, Ketemenggungan Sisang telah diakui secara resmi oleh Pemda Kabupaten Sanggau pada Juli 2018, dan kemudian pada September 2018, hutan adat Tembawang Tampun Juah seluas 651 ha di Kampung Segumon ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai hutan adat.

Sebuah pembelajaran penting bahwa kearifan budaya tidak mengenal batas-batas eksklusif dalam hal solidaritas dan kemunusiaan. Ritual Malis ini mencerminkan nilai tersebut, dimana memelihara kehidupan dan keselamatan seluruh umat manusia menjadi tanggung jawab bersama. Semoga melalui ritual adat ini dan ritual tolak bala lainnya di Tanah Borneo ini, mampu membasmi virus Korona dan jenis penyakitl lainnya agar segera musnah dari muka bumi dan alam semesta raya ini.

Teks: Bendy. Foto: Kardi dan Bendy.
Editor: R.Giring dan K. Gunui’.

2 tanggapan untuk “TANGKAL KORONA MASUK KAMPUNG DAN MELUAS, MASYARAKAT ADAT KOMUNITAS TAMPUN JUAH DI KETEMENGGUNGAN SISANG KAMPUNG SEGUMON GELAR RITUAL ADAT MALIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *