TANGKAL KORONA MASUK KAMPUNG, KOMUNITAS TAMPUN JUAH KETEMENGGUNGAN SISANG GELAR RITUAL ADAT MALIS

5.583 Views

Pantangan utama adalah seluruh warga Segumon dilarang keluar dari wilayah kampung, dan sebaliknya, warga dari luar Kampung Segumon tidak bolek masuk ke Segumon. Ibu Jangin, Tukang Pomang Ritual Adat Malis juga mengumumkan berbagai jenis larangan atau berpantangan selain yang utama di atas. Jenis-jenis berpantangan ini terkait erat dengan relasi manusia dengan alam sekitar, dan dengan sesama, di antaranya adalah: 1) pantang masuk ke hutan, termasuk untuk mencari sayur, bahan obat, 2) pantang pergi ke ladang, 3) pantang ke kebun, 4) pantang berburu, 5) pantang mencari sayur dan lauk pauk di luar rumah, 6) pantang memotong ayam, 7) pantang memotong babi, 8) pantang menangkap ikan, 9) pantang menggunakan kendaraan bila ke luar rumah untuk keperluan tertentu, 10) pantang membuat suasana bising dengan suara keras, berkelahi atau keributan-keributan.

Bahan Ritual dalam Malis, Ritual Adat Tolak Bala Masyarakat Adat Kampung Segumon, Desa Lubuk Sabuk, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau

Adapun masa pantangan dilaksanakan dari tanggal 21/03/2020 (Malam) sampai dengan tanggal 23/03/2020 (Pagi).Bagi siapa pun yang melanggar pantangan tersebut akan dikenakan sanksi Adat Sekati Panding Empat Buah.

Musyawarah Para-Pihak

Ritual Adat Malis di Segumon dilaksanakan berdasarkan musyawarah mufakat para-pihak, terdiri dari Tokoh Adat, Kepala Dusun bersama Masyarakat Adat Kampung Segumon yang dikoordinir langsung oleh Dogim (70), Kepala Adat Kampung Segumon dibantu oleh Pentarut, didampingi oleh Lembaga Laja Lolang Basua’.

Musyawarah dan pelaksanaan ritual adat juga melibatkan Pos Pamtas 641, PosPol, Imigrasi dan Bea Cukai Kampung Segumon. Masyarakat Adat Kampung Segumon, Ketemenggungan Sisang telah diakui secara resmi oleh Pemda Kabupaten Sanggau pada Juli 2018, dan kemudian pada September 2018, hutan adat Tembawang Tampun Juah seluas 651 ha di Kampung Segumon ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai hutan adat.

Sebuah pembelajaran penting bahwa kearifan budaya tidak mengenal batas-batas eksklusif dalam hal solidaritas dan kemunusiaan. Ritual Malis ini mencerminkan nilai tersebut, dimana memelihara kehidupan dan keselamatan seluruh umat manusia menjadi tanggung jawab bersama. Semoga melalui ritual adat ini dan ritual tolak bala lainnya di Tanah Borneo ini, mampu membasmi virus Korona dan jenis penyakitl lainnya agar segera musnah dari muka bumi dan alam semesta raya ini.

Penulis: Bendy. Foto & Video: Kardi dan Bendy.
Editor: Giring dan K. Gunui’.

2 tanggapan untuk “TANGKAL KORONA MASUK KAMPUNG, KOMUNITAS TAMPUN JUAH KETEMENGGUNGAN SISANG GELAR RITUAL ADAT MALIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *