HALAU KORONA DARI BUMI SENENTANG, DAYAK LINOH GELAR RITUAL ADAT BEKUMPANG

544 Views

Bersolidaritas Melalui Kearifan Budaya

Laman Raya–Sekitar seratusan warga Dayak Linoh, Desa Laman Raya, Kec. Sungai Tebelian, Kab. Sintang, pada Selasa (31/3/2020) menggelar ritual Adat Bekumpang atau tolak bala. Ritual bertujuan untuk melindungi kampung dari wabah penyakit yang sedang melanda banyak daerah di Indonesia, termasuk di Sintang atau Bumi Senentang dan di Kalbar umumnya yaitu virus corona (COVID-19).

Ritual adat dipimpin oleh kek Bira (80) dan dihadiri oleh sekutu adat/pengurus adat serta warga masyarakat kampung di sekitar. Ritual adat ini di lakukan di titik perbatasan kampung.

Wajib Berpantangan

Setelah selesai melakukan ritual adat, seluruh warga langsung pulang ke rumah masing-masing dan tidak boleh keluar rumah selama 1 x 24 jam dan selama 2 hari tidak boleh keluar kampung.

Adapun pantangan lain seperti tidak boleh berbicara keras-keras dan tidak boleh berkelahi. Orang luar belum boleh datang ke kampung ini meskipun hanya untuk bertamu. Jika lewat, orang juga tidak boleh ribut-ribut dan singgah ke kampung itu.
Jika ada warga yang melanggar pantangan dipastikan akan dikenakan sanksi adat sesuai hukum adat yang berlaku di Laman Raya.

Ritual adat ini digelar atas dasar kepedulian dan kesdaran bersama yg melibatkan seluruh warga kampung sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan memelihara kehidupan dgn kearifan budaya. Semoga dengan solidaritas lokal utk dunia global ini, badai Covid 19 ini segera berlalu dari Kalimantan, Indonesia hingga seluruh dunia.

Teks: Medi. Video: Frans. Editor Teks: K. Gunui’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *