KSP Aik Kunuk Berbagi Hasil

Sijarum-Mempawah Hulu, KR

Pengurus KSP Aik Kunuk, Dari kiri atas : Erna (Bendahara), Lusia (Anggota), Sandra (Sekretaris), Santi (Ketua), Atik (Anggota) dan Kristianus (Penasihat)

Hari itu Senin 21 Januari 2013, suasana cerah menghiasi langit di Sijarum, Dusun Siba, Desa Bilayuk, Kec. Mempawah Hulu, Kab. Landak, Kalbar. Kesibukan terjadi di rumah Kepala Dusun Siba, Kristianus (63). Sejumlah Ibu-ibu menggunakan seragam hijau terang sedang sibuk menyiapkan makanan. Hari itu adalah Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana Kelompok Simpan Pinjam (KSP) Aik Kunuk, Sijarum, tahun buku 2012. Wajah-wajah penuh semangat kebersamaan nan ceriaterlihat jelas pada raut wajah ibu-ibu tersebut. Nama Aik Kunuk diambil dari nama sumber mata air Masyarakat Adat Dayak di Sijarum. Nama ini diharapkan dapat menjadikan KSP sebagai salah satu sumber penghidupan bagi anggotanya. KSP terus berjalan, tumbuh dan berkembang tiada henti-hentinya seperti mata Air Kunuk.
KSP Aik Kunuk berdiri atas inisiatif masyarakat setempat sebagai salah satu upaya mewujudkan kesejahteraan. Inisiatif ini kemudian direspon dan didukung oleh Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih (GPPK) melaui unit Program Pendidikan Kritis Pancur Kasih (Pentis-PK) berkerjasama dengan Caritas Australia. KSP ini dibentuk, 21 November 2011, modal awal senilai Rp 6,650,000,- dalam bentuk simpanan pokok dan wajib. Modal awal ini berasal dari anggota dengan dukungan Pentis-PK dan Caritas Australia. Jumlah anggota KSP ada15 orang dari kaum perempuan. Pengurus KSP Aik Kunuk terdiri atas Santi (Ketua), Sandara (Sekretaris), Erna (Bendahara), Nius (Pengawas), Kristianus (Penasehat), Lusia dan Ati (Anggota). Selama setahun pula Pengurus KSP bekerja keras untuk melakukan pencatatan transaksi anggota, pembukuan hingga pembuatan laporan keuangan. Meski mereka hanya berpendidikan sebatas SMP dan SMA tetapi kemampuan dalam mengurus KSP ini sama sekali tak diragukan. Terbukti, setelah 3 bulan mereka sudah mahir melakukan pencatatan transaksi dan pembuatan laporan.
Selama setahun terakhir, hasil yang dicapai kelompok ini diantaranya asset mencapai Rp 13,222,000,- atau meningkat 45,17% dari asset awalnya sebesar Rp 7,250,000,-. Total pendapatan selama 1 tahun sebesar Rp 3,646,000,-, total biaya sebesar Rp 99,000,- dan total SHU sebesar Rp 3,547,000,-. Alokasi SHU adalah jasa pengurus 11,36% atau Rp 402,900,-, dana lembaga 20% atau sebesar Rp 709,400,- dan deviden anggota sebesar Rp 68,64% atau Rp 2,434,700,-. Besaran pembagian SHU adalah sesuai kesepakatan bersama anggota pada saat pendirian KSP dahulu, bahwa 10% dialokasikan untuk dana pengurus, 20% untuk lembaga dan 70% untuk deviden anggota. Setelah didistribusikan, dilakukan pembulatan-pembulatan, selain itu balas jasa pengurus yang meningkat 1,36% sebagai apresiasi atas kerja keras pengurus yang dinilai baik oleh pendamping dan anggota. Hingga Desember 2012 anggota KSP Aik Kunuk sudah mencapai 21 orang atau meningkat sebesar 40% dari jumlah awal 15 orang.
Meski baru seumur jagung, para anggota sudah mulai merasakan manfaat kehadiran KSP ini. “Dulu sebelum ada KSP, kami biasanya berhutang dengan orang, gadai barang atau jual babi dan padi untuk memenuhi keperluan uang sekolah anak, tetapi sejak ada KSP hingga saat ini kami belum ada menggadaikan barang atau menjual babi,” ujar Kristianus. Dia juga menuturkan selama tahun 2012 ini sudah dua kali meminjam di KSP masing-masing sebesar Rp 1,000,000,- semuanya untuk memenuhi uang sekolah anak. Hal senada disampaikan Ati (45), anggota KSP, ia telah menggunakan pinjaman KSP untuk membayar uang sekolah anaknya. Hasil yang dirasakan anggota bukan hanya berkaitan dengan perekonomian tetapi juga kualitas anggota. Hal ini dirasakan oleh, Sandra (29), menurutnya, pada awal bergabung di KSP Aik Kunuk, dia tidak punya keberanian berbicara di depan umum tetapi sekarang sudah mulai berani. “Dulu awal bergabung saya takberani bicara di depan anggota yang lain atau di depan umum, lutut saya bergetar, saya sangat gugup. Tapi syukurlah, sekarang setelah saya bergabung, saya sudah mulai berani berbicara didepan umum dan tidak gemetaran lagi” saksi Ibu satu anak ini kepada KR. Manfaat lain yang dirasakan anggota adalah kemudahan meminjam saat ada keperluan mendesak. Masih banyak lagi yang diungkapkan anggota tentang manfaat dan peruntukan pinjaman dalam berbagai kebutuhan. Mulai dari penunjang pertanian, kesehatan, pendidikan hingga bangun rumah. Disisi lain, manfaat yang dirasakan anggota adalah adanya kebersamaan kelompok. Hal ini dikuatkan dengan rapat bulanan KSP, selain membahas laporan keuangan pengurus, juga membahas masalah sesama anggota dan kegiatan para ibu.
Meskipun keanggotaan KSP hanya kaum perempuan saja, namun tetap diberikan ruang partisipasi bagi para suami. Para suami diperkenankan untuk ikut hadir dalam rapat-rapat KSP. Hal ini dimaksudkan untuk membangun komunikasi yang intensif antar suami-istri terutama berkaitan dengankegiatan para istri dalam mengembangkan KSP. Strategi ini terbukti efektif karena selama ini para suami yang istrinya menjadi anggota KSP mendukung penuh semua kegiatan yang diselenggarakan oleh KSP. Dukungan tersebut juga ditunjukkan pada saat anggota KSP mengikuti pelatihan budidaya jagung yang diselenggarakan oleh Pentis-PK dan PT. Sang Hyang Seri. Pelatihan ini menjadi perwujudan pemberdayaan masyarakat, agar kedepan, anggota juga memiliki usaha pertanian produktif yang mendukung pemenuhan kesejahteraan anggota. Pada saat pelatihan, para suami-istri kompak mengikuti ‘sekolah lapangan budidaya jagung’. Uang yang diperoleh dari hasil panen jagung dari kegiatan pelatihan budidaya tersebut, yakni sebesar Rp 6,000,000,-, menjadi milik penuh anggota yang terlibat dalam kegiatan tersebut, dibagi menurut keterlibatan hari kerja anggota.
RAT tahun buku 2012 juga menghasilkan beberapa keputusan diantaranya, pengurus lama tetap melanjutkan tugas selama satu tahun kedepan beserta beberapa program kerja tahun 2013. Program tersebut adalah (1) penambahan modal berupa menambah simpanan pokok anggota sebesar Rp 100,000,- (2) adanya produk simpanan baru yang disebut Simpanan Pakarakng, yaitu simpanan harian yang dapat disetor dan ditarik anggota kapan pun anggota perlu. Simpanan ini tidak diberi bunga, mengingat modal dan asset yang masih kecil; (3) rencana usaha KSP di bidang pertanian, berupa tanam gadu. KSP Aik Kunuk adalah jalan kecil yang sedang dirintis. Semoga semangat Aik Kunuk terus mengalir mengisi harapan para anggota menjadi kenyataan.***

S. WINA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *