CU Filosofi Petani Pancur Kasih Berjuang Bersama Wujudkan CU Gerakan Yang Sehat

508 Views

Teks: Yeri. Foto: Pan RAT CU FPPK 2019. Editor: Giring & Kriss Gunui’.

Pontianak—Sabtu (8/2/2020), bertempat di Aula POLTEKKES KEMENKES Pontianak, RAT Tahun Buku 2019 Credit Union Gerakan Konsepsi Filosopi Petani Pancur Kasih atau CU FPPK (CU Filosofi Petani Pancur Kasih) sukses digelar. Menurut Albert, Ketua Panitia RAT ke-9 tersebut dihadiri 132 anggota atau 71,35% dari 185 undangan yang disebar. Rapat Anggota juga dihadiri oleh Komite Pendiri, pimpinan lembaga-lembaga dan CU Gerakan anggota GPPK, serta perwakilan relawan dari 10 (sepuluh) Pangkalatn Binua atau tempat pelayanan di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Antimus, Ketua Pengurus CU FPPK yang kembali dipercaya untuk memimpin CU Gerakan tersebut mengatakan perkembangan CU FPPK selama Tahun Buku 2019 cukup baik, meskipun dari aspek usaha belum mampu mewujudkan kondisi yang sangat ideal sebagaimana rasio struktur keuangan efektif sebuah CU Gerakan. “Perkembangan CU Gerakan sebagaimana CU FPPK ini harus dilihat dari 4 (empat) aspek secara menyeluruh yaitu aspek organisasi, aspek usaha, aspek administradi dan aspek gerakan,’’ pungkasnya saat memberikan sambutan. Dari aspek organisasi, khususnya keanggotaan, CU FPPK pada Tahun Buku 2019, mengalami pertambahan anggota sejumlah 1.071 orang sehingga seluruhnya sebanyak 5.760 orang tersebar di 10 Pangkalatn Binua.

Solidaritas dan Tantangan

Dari sisi solidaritas keanggotaan, CU Gerakan ini menyantuni 152 anggota yang berobat dengan nominal Rp.395.404.250. Sedangkan santunan khusus kepada 32 anggota meninggal dunia sejumlah Rp.280.000.000. “Melalui Produk Sanukng dan Tudung yang dikelola GCU FPK, kepada 24 anggota yang meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp.285.486.000. Selain itu, kita juga memberikan santunan untuk ibu yang melahirkan melalui Produk MAHAGAR kepada 22 anggota yang melahirkan sebesar Rp.66.000.000,” jelasnya kepada penulis.

Tantangan ke depan, tambah Antimus adalah bagaimana membuat CU semakin sehat dalam aspek organisasi, usaha dan administrasi. Senada dengan itu, John Bamba, Mantir Pancur Kasih dan Ketua GCU FPK saat memberikan sambutan sekaligus membuka RAT tersebut mengatakan bahwa untuk mewujudkan 3 Sehat CU Gerakan, maka harus kerja keras, berjuang dan rela berkorban, kerjasama yang baik dengan semua stakeholder, kinerja aktivis ditingkatkan, efisiensi dalam hal biaya dan konsistensi harus lebih diperhatikan. “Pengurus, pengawas, manajemen hingga anggota harus konsisten dalam menjalankan kewajiban dan hak-haknya demi memastikan CU Gerakan ini berjalan pada jalan yang benar,” pungkas Pak John. Mengusung tema “Berjuang bersama Mewujudkan CU Gerakan yang Sehat”, RAT Tahun Buku 2019 berlangsung selama kurang lebih 7 jam dan dilanjutkan dengan ramah tamah di Kantor Pusat CU FPPK Jl. Selat Sumba II, Siantan Tengah, Pontianak Utara, Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *