Willy Jhin, Anak Kampung yang Naik Daun karena Tak Treker Tak Cinta, Besar ke Gaya

270 Views

Penulis: Giring. Foto: Dokumen Willy Jhin. Editor: Kriss Gunui’ & Giring.

Pontianak—Ramah tamah usai makan malam peserta utusan dari 10 Pangkalatn Binua pada RAT Tahun Buku 2019 CUG KFPPK pada Sabtu malam (8/2/2010) yang berlangsung di komplek Gedung Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih, Siantan-Pontianak itu terasa meriah. Willy Jhin, penyandang nama asli Willybrodus Ramli (36 tahun) tampil seperti magnet yang memikat hadirin dengan dendang lagu-lagu Dayak yang lagi hits belakangan ini. Pria Bi Somu, asal Sungai Dangin ini memang sedang naik daun lantaran aktivitasnya sebagai seniman dan vlog komedinya yang unik, bertema-tema kritik social dan pesan moral terkait gaya hidup kaum muda zaman now.

Aksi Panggung Sang Tak Treker Tak Cinta. Foto: Dokumen Willy Jhin.

Malam minggu itu, suami dari L. Tina Yopa itu  benar-benar habis-habisan dan harmoni sekali dengan alunan iringan music orgen tunggal. Hadirin, aktivis CU Gerakan dan anak-anak asrama Asisi itu ikut bernyani, berjoget melebur dalam lagu-lagu yang dilantunkan Willy, di antaranya adalah lagu Dayang Janjola, Kepai-kepai, dan lagu asli ciptaannya yakni B3, Begincu Bepupur Bebedak. Di sela-sela menyanyi dan berjoget artis lokal ini diajak berfoto bersama.

Pemilik dan pelakon vlog “narutal”, “tak treker tak cinta”, dan “bebedak bepupur begincu” itu memang sedang naik daun, digandrungi kaum muda dan memiliki banyak fans. Lantas siapakah sosok Willy Jhin ini? 

Siapa sosok Willy Jhin? Seniman satu ini adalah pemilik sekaligus ketua dan pegiat 2 sanggar sekaligus yaitu Sanggar Tapakng Bohietn Desa Hibun Bodok, dan Sanggar Seni Ontah Bunuo Noyan. Dia mengaku sudah sejak kelas 5 SD ingin sekali memiliki sanggar agar bisa bernyani dan menari. “Sejak kelas 5 SD saya memang ingin sekali punya sanggar supaya bisa menyanyi dan menari,” ujar pria yang mengaku mengidolakan Christian Mara seniman Kalbar asal Jangkang itu. “Saya sudah lama mengidolakan bang Chrisitan Mara karena dia original (red: khas), selain menyanyi juga serba bisa membuat alat music tradisional,” katanya. Bakatnya dalam menyanyi dan komedi lewat vlog pribadinya telah membuatnya sering diundang untuk mengisi acara-acara maupun pesta, terutama pesta perkawinan di berbagai daerah.

Pria dengan banyak bakat ini bisa dikatakan serba bisa. Dia terampil dalam seni ukir/pahat, melukis, seni tari bahkan menciptakan tarian tradisional, termasuk mencipta lagu-lagu daerah. Hampir semua alat music tradisional Dayak bisa dia mainkan, kecuali sape’. “Tapi kalau membuat sape’, saya bisa,” ujarnya kepada penulis pada malam ramah tamah tersebut. Dia seniman Dayak Bi Somu, fasnya dari berbagai kalangan, dari anak-anak dan remaja di kota-kota di Kalimantan Barat. Seniman yang pernah tampil di ajang pekan seni budaya mahasiswa Dayak se Jawa Bali di Jogjakarta pada tahun 2016 tersebut, juga ternyata sedang menempuh pendidikan di Universitas Terbuka POKJAR Sanggau, tepatnya pada program studi Ilmu Pemerintahan. Ayah dari 3 anak ini juga menjadi anggota aktif CU Filosofi Petani Pancur Kasih (CUG KFPPK), tepatnya dari wilayah Pangkalatn Binua Tampun Juah ini.

Tak Treker Tak Cinta, Besar ke Gaya 

Sudah lebih dari 100 vlog yang ia publikasikan. Vlog kebanyakkan berisi kritik social mengenai gaya hidup dan pesan-pesan moral untuk kaum muda zaman now. Yang paling populer adalah vlog “bebedak bepupur begincu”, dan lagu “B3”. “Vlog “tak treker tak cinta besar ke gaya” menempati urutan popular kedua,” ujarnya.   

Tak Semata-mata Uang

Menjadi anggota CUG KFPPK adalah pilihan yang sangat beralasan. Baginya CUG KFPPK sangat peduli dengan kegiatan seni dan budaya. “CU Gerakan ini tak semata-mata mengurus keuangan saja, tapi juga punya kepedulian dengan kegiatan-kegiatan kesenian, budaya dan lingkungan,” ujarnya. Willy Jhin mengaku pesan yang masuk ke HP nya datang bertubi-tubi. Semuanya berupa undangan dan permintaan untuk mengisi acara-acara baik di kampung maupun di beberapa kota. Dia menceritakan kalau lagu ciptaannya yang berjudul “Angua Bunuo” baru saja dipilih sebagai Lagu Wajib di acara Lomba Menyanyi Lagu Daerah dalam PGD (Pekan Gawai Dayak) Provinsi Kalbar tahun 2020 ini. Lagu yang dirilis pada 2018 lalu itu bercerita tentang sejaah dan budaya Tampun Juah dan Kabupaten Sanggau. Sosok Willy Jhin memang unik, apa adanya meski punya banyak prestasi seni, tak menuntut honor tinggi. Dia memberikan pelajaran dalam konsistensi, usaha cerdas, keras dan motivasi belajar. Dialah pria kampung yang naik daun; pemilik akun Medsos Youtube, Facebook, dan Instagram yang bisa kita lihat di sini: willy jhin kopidadu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *