Tahun 2014, Tahun Pembelajaran
Jakarta—Survey Walhi Institut tentang lingkungan hidup menunjukkan bahwa hanya 7 % dari 6,561 Caleg periode 2014-2019 memasukkan sektor lingkungan di agenda dan strategi mereka. Minimnya kepedulian para Caleg itu tentu sangat mengkhawatirkan. Menurut survey yang dirilis di Jakarta, pada Kamis (6/3/2014) itu, kerusakan lingkungan dan deforestasi akan terus memporakporandakan negeri ini sebagaimana para pembuat kebijakan menutup mata dan menjauhkan diri dari janji-janji lingkungan di dalam agenda politik mereka. “Bencana ekologis dan sumber daya alam akan terus menyelimuti negeri ini, tapi lingkungan hidup masih jadi isu yang terpinggirkan bagi sebagian besar politisi kita. Ini mengindikasikan bahwa kepentingan dan kekuatan para investor sangat kuat di Indonesia,” kata Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Nasional Walhi, di Jakarta. Survey merilis data tentang banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan dan menunjukkan fakta bahwa telah terjadi peningkatan 293 % dari tahun 2012-2103. Tercatat sebanyak 1.392 bencana alam nasional pada tahun 2013, naik dari 475 kasus pada tahun sebelumnya. Bencana menyebabkan kematian 565 orang, meningkat lebih 300 % dari 125 korban pada tahun 2012. [sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2014/03/07/ most-legislative-candidates-ignore-environmental-issues. html#sthash.5PIbhgQD.dpuf].
Pilpres 9 Juli 2014, Animo Politik Rakyat Tinggi Pilpres 9 Juli 2014 diwarnai dukungan politik luar biasa terhadap pasangan Jokowi-JK baik sebagai relawan maupun sumbangan dana langsung dari rakyat hingga mencapai lebih dari Rp75 milyar. Ini menunjukkan antusiasme dan menguatnya bentuk-bentuk partisipasi politik di tingkat rakyat dalam memilih pemimpin nomor satu dan dua di sepanjang sejarah Pilpres Indonesia. Di satu sisi, kubu Prabowo-Hatta, setelah pengumuman perolehan suara dari KPU, sempat menyatakan mengundurkan diri dari proses Pilpres, bahkan melaporkan dugaan kecurangan. Namun dalam proses persidangan sengketa hasil Pilpres tersebut, hakim MK tidak menemukan adanya bukti-bukti yang memenuhi unsur-unsur kecurangan. Jokowi-JK yang diusung oleh PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI memperoleh dukungan suara 53,15%, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta yang didukung oleh Partai Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PPP, PBB dan PKS memperoleh suara sebesar 46,85%. Masyarakat Adat di se antero tanah air menyambut gembira dan meletakkan harapan besar kepada presiden dan wakil presiden terpilih itu. Hal ini termuat dalam 9 butir program prioritas duo Jokowi-JK, di mana butir terakhir dengan jelas menyatakan komitmen melindungi dan memajukan hak-hak Masyarakat Adat dan akan memberikan penekanan pada 6 (enam) prioritas utama (lihat KR 212 tahun XXIII-2014).

