Setelah Lebih 50 Tahun Tidak Ada Aktivitas Kerajinan Menenun, Kini Menenun Kain “Kebat” Asli Dayak Iban Sebaruk Direvitalisasi Laja Lolang Basua’

228 Views

Penulis: Zemora & Manuk Kitow | Foto: LLB | Editor: R. Giring

Sanggau, KR – Kamis (13/10/2023), Laja Lolang Basua’ (LLB), organisasi lokal yang mendampingi komunitas adat Tampun Juah akan menghelat Seminar dan Pameran Karya Revitalisasi Pengetahuan Lokal Menenun Dayak Iban Sebaruk di Aula Perpustakaan Daerah Sanggau Jalan Sutan Syahrir, Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Pendampingan proses revitalisasi pengetahuan lokal menenun kain kebat Dayak Iban Sebaruk telah berlangsung sejak tahun lalu. Seminar dan Pameran memilih tema Menyelamatkan Pengetahuan Lokal Menenun Dayak Iban Sebaruk Untuk Pemajuan Kebudayaan.

“Dalam prosesnya, revitalisasi pengetahuan lokal menenun kain “kebat” Dayak Iban Sebaruk dimulai dengan penyadaran budaya dan sejarah lokal, pembentukan kelompok belajar menenun, kegiatan kelompok belajar menenun, praktik pembuatan alat tenun, meracik bahan pewarna, mewarnai benang hingga menenun, “ujar Paskalis Bendi, aktivis LLB.

Lebih lanjut ia mengatakan seminar dan pameran tersebut adalah untuk menyediakan kesempatan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengetahui dan menyaksikan secara terbuka mengenai bagaimana proses revitalisasi pengetahuan menenun hingga menghasilkan kain “kebat”.

“Selain itu juga untuk memberikan apresiasi kepada pewaris pengetahuan menenun dan kelompok belajar menenun Dayak Iban Sebaruk di Sungai Sepan, wilayah adat Ketemenggungan Iban Sebaruk Tanah Kedieh, Desa Malenggang yang telah mendapatkan SK Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat dari Bupati Sanggau, ” pungkas Bendi.

Terancam Punah

Pengetahuan lokal menenun khas Masyarakat Adat Dayak Iban Sebaruk Ketemenggungan Iban Sebaruk Tanah Kedieh, khususnya yang tinggal di Dusun Sungai Sepan, Desa Malenggang, Kec. Sekayam, di wilayah perbatasan RI-Sarawak, Malaysia ini kondisinya terancam punah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *