Refleksi 10 tahun CU FPPK: Dimulai, Ditumbuhkan dan Diperkuat Pendidikan

272 Views

Oleh: ANTIMUS LIHAN (Ketua Pengurus CU FPPK 2020 – 2022)

Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya 30 April 2011, 30 orang aktivis senior Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih (GPPK) mendeklarasikan berdirinya CU baru yakni Credit Union Filosofi Petani Pancur Kasih (CU FPPK). Kehadiran CU FPPK sejatinya sebagai bentuk konkret dari gagasan dan konsep filosofi petani yang menjadi roh pengembangan ekonomi kerakyatan yang dilakukan GPPK selama ini. 

Berdirinya CU FPPK adalah mementum yang penting dalam kancah gerakan credit union karena merupakan tonggak awal dalam sejarah penerapan Konsepsi Filosofi Petani dan wahana pengimplementasian ideologi pemberdayaan holistik Pancur Kasih sebagai solusi atas persoalan hidup rakyat dan sekaligus sebagai counter terhadap praktik-praktik ekonomi kapitalistik. 

Kini CU Gerakan ini didukung oleh para penggerak yang berjumlah 28 aktivis di manajemen dan puluhan relawan. Tahun buku 2020 lalu, CU Gerakan ini telah beranggotakan 6.389 orang yang tersebar di 12 tempat pelayanan di delapan Kabupaten/Kota (Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Landak, Sambas, Bengkayang, Sanggau dan Melawi), dan mengelola asset Rp 52,4 Miliar. 

Dari sisi non keuangan, CU Gerakan ini juga berkontribusi mendorong pengakuan legal formal Masyarakat Adat di sejumlah komunitas adat di Kabupaten Sanggau, berkolaborasi dengan Institut Dayakologi (ID), PPSDAK-PK, Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih, dan Lembaga Bela Banua Talino. Ini di antaranya pengakuan legal formal Masyarakat Adat di Ketemggungan Tae, Sisang, Iban Sebaruk, dan daerah Jangkang Benua khususnya Desa Pisang dan Katori.

Konsepsi filosofi petani ini digagas dan dikembangkan oleh A.R Mecer, tokoh gerakan Credit Union Kalimantan dan Nusantara yang bertujuan untuk mengembalikan dan memurnikan gerakan Credit Union sebagai gerakan ekonomi kerakyatan yang khas, mengembangkan kesejahteraan anggota di bidang moral, sosial dan finansial yang sesungguhnya, bukan simpan-pinjam uang. 

Pada awalnya, untuk menjaga konsep, gagasan dan tujuan pendirian CU dimaksud, maka keanggotaan dan pengembangan CU Gerakan ini, ruang lingkupnya masih bersifat sangat terbatas dan hanya diperuntukkan bagi kalangan aktivis GPPK dan keluarganya saja. 

Para aktivis menggunakan dengan sebaik-baiknya lembaga pengembangan ekonomi kerakyatan ini sebagai wadah belajar dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga masing-masing untuk kemandirian dan kesejahteraan bersama. 

Dengan sistem pinjam tabung pada saat menjadi anggota, tentu sangat memudahkan dan meringankan beban para aktivis dan keluarganya untuk masuk menjadi anggota CU Gerakan Konsepsi Filosofi Petani Pancur Kasih. Selain memudahkan, CU dengan konsep filosofi petani ini juga sangat berkeadilan dan menguntungkan anggota. 

Disebut berkeadilan, karena setiap anggota yang baru masuk wajib meminjam untuk menabung atau berinvestasi di simpanan unggulan (Timawakng), artinya mereka wajib berkontribusi dalam mengembangkan Credit Union. Menguntungkan, karena dari investasi atau tabungan yang diciptakan melalui pinjaman tersebut mendapat balas jasa pada bulan berikutnya dengan persentase yang relatif cukup tinggi bila dibandingkan dengan CU umumnya (non gerakan).

Keuntungan lainnya berupa perlindungan sosial seperti santunan berobat rawat inap, santunan dukacita dan perlindungan atas simpanan dan pinjaman jika anggota yang bersangkutan meninggal dunia. 

Lembaga-lembaga di bawah naungan Konsorsium GPPK antara lain YKSPK, ID, BPR-PanBank, LBBT, PPSDAK, MIKA, AMAN Kalimantan Barat dan RuaiTV yang menjadi basis berdirinya CU ini juga berkewajiban untuk mendampingi, menjaga visi, misi dan arah gerakan CUG ini serta mendukung pengelolaan, pengembangan dan sekaligus dapat menggunakan berbagai produk pelayanan yang disediakan CUG.

Diawali, Ditumbuhkan dan Diperkuat Pendidikan

Dengan dukungan para aktivis dari sejumlah lembaga tersebut, maka CU FPPK sebagai wahana pengimplementasian ideologi pemberdayaan holistik menjadi semakin nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Demikian juga pengelolaannya. Pada tahap awal, CU FPPK sepenuhnya dikelola langsung oleh para aktivis GPPK. Mereka secara khusus diberdayakan, direkrut, dididik dan dilatih untuk menjadi aktivis manajemen, pengurus dan pengawas yang profesional dalam mengembangkan Credit Union dengan konsepsi filosofi petani seutuhnya. Prinsip pemberdayaannya adalah bagaimana semaksimal mungkin menggunakan sumberdaya yang ada, mulai dari apa yang dimiliki dalam rangka mengembalikan dan memurnikan gerakan Credit Union sebagai gerakan ekonomi kerakyatan yang khas untuk mengembangkan kesejahteraan anggota.  

Hingga 10 tahun ini perjalanannya, CU FPPK memang masih perlu untuk terus menerus berbenah. Menguatkan ideologi dan pemahaman atas konsepsi filosofi petani kepada para pengelola, aktivis dan anggotanya adalah upaya yang tidak boleh dihentikan. Ini bukan tanpa alasan. Sebuah CU mesti diawali, ditumbuhkan dan diperkuat dengan pendidikan. 

Tak ketinggalan pula bahwa CU Gerakan ini tetap harus beradaptasi dengan dunia baru, perkembangan informasi dan teknologi. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang serba digital, berbasis internet, kini dan di masa yang akan datang, diharapkan dapat dimanfaatkan secara cerdas dan kritis untuk melakukan edukasi publik mengenai hakikat kehadiran dan pelayanan CU Gerakan sebagai lembaga gerakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis konsepsi filosofi petani. Selamat Ulang tahun ke-10 CU Filosofi Petani Pancur Kasih!

Foto: Villo. Editor: K. Gunui & Giring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *