PERSEKOLAHAN SANTO FRANSISKUS ASISI, PONTIANAK MELANGKAH MANTAP DENGAN PENGAJARAN CREDIT UNION: REFLEKSI DAN EVALUASI

214 Views

Pontianak–Belum lama ini, Rabu (12/5/2021), enam guru PSFA, terdiri dari 2 Kepsek, 2 Waka Kurikulum dan 2 pengampu pengajaran CU berdiskusi bersama Tim Litbang dan Pengurus Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih. Pertemuan berlangsung di ruang rapat YKSPK, di kompleks PSFA, Siantan. Pertemuan dengan Prokes ketat ini khusus membahas agenda refleksi dan evaluasi pengajaran CU di PSFA, Pontianak.

Sejak 2002 silam, PSFA, baik SMP maupun SMA telah mengajarkan CU kepada peserta didiknya. Walaupun sudah cukup lama, tapi kita harus melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pengalaman mengajar belajar CU tersebut. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Ansilla Twiseda Mecer, Ketua Yayasan saat membuka pertemuan itu. “Refleksi dan evaluasi untuk pendidikan dan pengajaran CU di PSFA sangat diperlukan, terlebih di era pandemi ini. Kita harus mengenal secara cerdas dan kritis apa saja tantangan dalam proses mengajar belajar CU bagi peserta didik kita,” jelas Ansilla.

Hadir juga dalam refleksi dan evaluasi tersebut Dr. Silvia Sayu. Koordinator LITBANG YKSPK ini mengatakan, meskipun kita sudah punya modul pengajaran CU untuk persekolahan kita ini tapi kita tetap harus mengevaluasinya secara lebih serius lagi, baik terkait proses maupun substansinya. “Saya tahu kita sudah ada modul PCU untuk persekolan kita ini (Red: PSFA, Pontianak) sejak beberapa tahun lalu. Bahkan secara terbatas pernah diberi masukan juga oleh teman-teman penggiat CU Gerakan, tapi kita tetap harus melakukan refleksi dan evaluasi terkait substansinya, pengalaman mengajar belajarnya, dan juga  tantangan yang dihadapi guru PCU,” ungkap Silvia Sayu yang juga dosen di FKIP Untan, dan pernah menjadi Ketua Pengurus CU Canaga Antutn, Menyumbung ini.

TANTANGAN DAN HARAPAN

PSFA Pontianak memang telah punya pengalaman cukup lama mengajarkan CU sebagai MAPEL MULOK untuk peserta didiknya di SMP dan SMA. Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih (GPPK) memang sangat mendukung PCU di PSFA. Namun sejak Pendidikan Nasional menggunakan Kurikulum 2013 (kini Kurikulum 2013 Revisi), PCU di PSFA terpaksa diintegrasikan dengan MAPEL lain yang relevan. Karena tuntutan Kurikulum 2013 Revisi, beban MAPEL yang diwajibkan cukup berat sehingga nyaris tidak ada waktu khusus bagi PCU.

PCU di PSFA kontekstual dan relevan. Lebih dari sekedar kebutuhan. Ekonomi kerakyatan, ekonomi gotong royong, ekonomi Pancasila ini wajar sekali diajarkan di sekolah-sekokah di Kalbar ini–mengikuti pengalaman di PSFA, Pontianak.

Dikatakan kontekstual dan relevan karena Provinsi Kalbar ini adalah provinsi di Kalimantan yang sejak 1990-an akhir hingga sekarang menjadi tempat tujuan belajar tentang gerakan CU oleh banyak kelompok masyarakat dari luar Kalbar bahkan dari manca negara.P

PCU di PSFA tak luput dari tantangan di era pandemi ini. Kehadiran peserta didik tak bisa full seratus persen. Ini menyebabkan keterampilan dan pengetahuan CU tidak merata bagi semua peserta didik. “Kehadiran peserta belajar online tak bisa seratus persen. Hal menyebabkan tak semua peserta didik mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang CU,”ujar Pak Aleks, guru PCU untuk SMP kelas 7 dan 8. 

CU GERAKAN KONSEPSI FILOSOFI PETANI

PCU di PSFA adalah PCU Gerakan Konsepsi Filosofi Petani yang memiliki ciri khas, salah satunya yang utama adalah pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis 4 (empat) jalan keselamatan yakni kebutuhan dasar yang terintegrasi satu sama lain, meliputi kebutuhan spiritual-ritual, makan-minum, keberlanjutan dan kebutuhan sosial/kerja sama. Dalam prosesnya diterapkan dengan pendekatan pemberdayaan holistik, mencakup seluruh aspek kehidupan (moral, sosial budaya, ekonomi, ekologi).  

PCU bisa diintegrasikan dalam MAPEL lain yang relevan terutama di masa pandemi ini. Sedangkan untuk proses penilaiannya kepada peserta didik, guru bisa memberikan penghayatan pembelajarannya melalui metode afirmasi, misalnya pada saat mau mulai dan pembukaan mengajar belajar dengan  mengintegrasikannya dalam doa sebagai motivasi belajar PCU dengan sungguh dan tuntas. 

Selain itu juga dengan memantau dinamika diskusi peserta didik melalui WAG peserta didik MAPEL PCU yang di dalamnya juga ada guru di situ. “Guru bisa gunakan metode afirmasi dengan memasukkan unsur doa dan motivasi belajar PCU dengan sepenuh hati dan juga  ikut serta jadi anggota  WAG bersama peserta didik PCU  untuk memantau dinamika diskusi para peserta didik,” saran Silvia Sayu.

Sementara itu terkait sumber bahan ajar, Georgius, guru PCU mengharapkan agar pihak Yayasan dapat menyediakan buku khusus untuk MAPEL PCU. “Saya kesulitan mencari sumber bahan ajar yang sesuai. Mungkin pihak Yayasan bisa memfasilitasi penyediaan buku khusus MAPEL PCU. Kan, modulnya sudah ada,” harap Pak Geor.M

Georgius, yang juga Kepsek SMA St. Fransiskus Asisi, Pontianai ini juga mengharapkan agar ke depannya pihak Yayasan bisa menyediakan buku khusus Mapel PCU.

MULOK BUDAYA DAN MULTIKULTUR

PSFA, Pontianak khususnya SMP sejak 2008 menerapkan pendidikan MULOK budaya dan multikultur dengan tujuan memperkenalkan adat dan tradisi lokal dan keragaman budaya dari berbagai etnik di Kalimantan Barat. Sehubungan dengan itu, Adrianus mengatakan di tahap awal peserta didik diberi pelajaran MULOK budaya dan multikultur terlebih dahulu. Di kelas berikutnya baru PCU. “Untuk kelas 7 kita mulai dengan pelajaran MULOK budaya dan multikultur di Kalbar dulu, baru kelas berikutnya PCU. Ini tujuannya agar peserta didik di SMP PSFA mendapatkan pengenalan yang beragam dan bernilai lintas budaya, tapi juga pengenalan mengenai prinsip, nilai dan karakteristuk CU Gerakan Konsepsi Filosofi Petani,” pungkas Adri. Kepsek SMP St. Fransiskus Asisi periode 2005-2018 ini juga mengusulkan agar pengajaran MULOK budaya dan multikultur di PSFA juga diberi ruang untuk direfleksikan dan dievaluasi bersama demi pengembangannya dan untuk peningkatan kapasitas gurunya di masa mendatang. 

Penulis: Giring. Foto: Boni Linggi. Editor: RGM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *