Masyarakat Adat Semunying Jaya Gugat PT. Ledo Lestari

CONY MARGARETHA

Bengkayang, KR

Masyarakat Adat Semunying Jaya  menggugat  PT.  Ledo Lestari. Melalui kuasa hukum dari Masyarakat Adat Law Firm yang beranggotakan Agatha Anida, SH, Roslaini,  SH  dan  Dunasta  Yonas, SH,   pada 16 Desember 2014 lalu, masyarakat adat mendaftarkan Gugatan Perdata Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Bengkayang dengan Nomor 16/ pdt.G/2014/PN Bengkayang.Selain PT. Ledo Lestari sebagai pihak tergugat, masyarakat adat Semunying Jaya juga menggugat Bupati Bengkayang sebagai tergugat satu karena telah mengeluarkan ijin konsesi. PT. Ledo Lestari merupakan anak perusahaan PT. Duta Palma Nusantara Group. Perusahaan ini mulai beroperasi sejak tahun 2004 sehingga kebijakan konsesi lahan untuk perusahaan perkebunan sawit itu telah menciptakan  konflik  berkepanjangan di Desa Semunying Jaya. “Kebijakan pembukaan kawasan hutan di Desa Semunying Jaya, menjadi puncak sengketa Wilayah Adat Masyarakat Adat   Dayak   Iban   di   Semunying,” ujar Depriadi, Ketua Biro Mitra dan Jaringan  Penanganan  Kasus AMAN Kalbar seperti dilansir di Situs AMAN. com. “Tanpa sosialisasi, perusahaan itu telah beroperasi membabat hutan adat kami, bahkan dalam prosesnya, Perusahaan juga melakukan cara membakar sehingga menghilangkan pohon-pohon Tengkayang, tanam- tumbuh,  kuburan,  tempat  keramat, dan sungai yang saat itu menjadi sumber air bersih kami,” ujar Kades Semunying Jaya, Momonus, saat memberikan keterangan di salah satu stasiun TV komunitas di Pontianak belum lama ini.

Masyarakat adat Semunying Jaya didampingi oleh beberapa organisasi dan lembaga, di antaranya adalah AMAN    Kalbar,    Masyarakat    Adat Law Firm, Walhi Kalbar dan LBBT. Tanggal 13 Januari 2015, dijadwalkan sidang perdana tetapi batal karena pihak tergugat 2 dalam hal ini Pemda Bengkayang tidak hadir. Kemudian, sidang dijadwalkan kembali pada tanggal 20 Januari 2015, pun tidak jadi juga karena pihak tergugat 1 yaitu PT. Ledo Lestari tidak hari. Rencananya, sidang diundur Rabu, 28 Januari 2015. Terkait   ketidakhadiran   para   pihak pada sidang tersebut, kuasa hukum Masyarakat Adat Semunying Jaya, Dunasta,   SH   mengatakan   bahwa, baik PT. Ledo Lestari maupun Pemda Bengkayang, keduanya sama-sama tidak menunjukkan itikad baiknya dalam proses penyelesaian kasus tersebut. Semunying Jaya dihuni oleh penduduk yang hampir seluruhnya adalah Dayak Iban Pareh. [ ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *