ID Dukung Mahasiswa UNTAN Lestarikan Bahasa Daerah dengan Aplikasi Kamus

3.342 Views
Tri Florens Doni, mempersentasikan aplikasi kamus bahasa di Jurung Institut Dayakologi, Pontianak (Foto: Roni/DokID).

Flo menambahkan, alasannya merancang aplikasi kamus terjemahan Bahasa Dayak ke dalam Bahasa Indonesia adalah karena ia prihatin terhadap fenomena terdegradasinya bahasa dan budaya daerah, khususnya Bahasa Dayak yang terus terjadi hingga terancam punah karena berbagai faktor. Ke depan, ia berharap dapat mengembangkan aplikasi kamus terjemahannya sehingga dapat diakses secara offline dan menjangkau masyarakat luas.

Relevan Dikembangkan 

Krissusandi Gunui’, Direktur Eksekutif Institut Dayakologi memberikan apresiasi kepada pemuda asal Balai Semandang, Kabupaten Ketapang tersebut. Gunui’ mengatakan, tidak banyak peneliti, apalagi anak muda Dayak yang tertarik meneliti Bahasa Dayak, terlebih di era digital saat ini. “Penelitian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi digital tentang Bahasa Daerah, khususnya 5 (lima) bahasa yang dituturkan Subsuku Dayak tersebut adalah sebagai upaya pelestarian bahasa yang kekinian dan memang dibutuhkan sekali saat ini dan ke depannya,” ungkapnya saat menyambut pemaparan Flo. 

Gunui’ menerangkan bahwa ID sebagai lembaga NGO, selama hampir 30 tahun ini selalu bekerja berdasarkan riset sehingga tak heran bila ID memiliki database tentang kebudayaan Dayak secara luas, termasuk data kebahasaan Subsuku Dayak di Kalimantan Barat.  “Aplikasi Kamus Terjemahan Bahasa Daerah ke dalam Bahasa Indonesia ini di masa yang akan datang relevan dikembangkan lagi untuk penerjemahan 168 bahasa Dayak di Kalimantan Barat ini,” harap Gunui’.***

Satu tanggapan untuk “ID Dukung Mahasiswa UNTAN Lestarikan Bahasa Daerah dengan Aplikasi Kamus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *