IDENTITAS DAYAK BUKAN DITENTUKAN AGAMA MODERN

1.979 Views

“Kuliah Umum ID untuk 46 Mahasiswa IKIP menandai dimulainya kerjasama Fakultas IPPS dengan Institut Dayalologi, mulai 2019”.

Penulis: Yerimias. Foto: DokPub ID. Editor: Giring.

PONTIANAK, KR–Senin (15/7/2019), 46 mahasiswa Prodi Sejarah, Fakultas Ilmu Pendidikan Pengetahuan Sosial IKIP PGRI Pontianak kuliah umum ke Institut Dayakologi. Temanya adalah “Orang Dayak dalam lintasan Sejarah” yang dipresentasikan langsung oleh Krissusandi Gunui’ (Direktur ID), dan R. Giring, Wakil Direktur ID, yang berperan sebagai moderator. Kuliah berlangsung di Jurung Institut Dayakologi.

Foto bersama Mahasiwa FIPPS IKIP-PGRI Pontianak pada saat Kuliah Umum di Aula Jurung Kantor Gedung ID

Mahasiswa semestar 2 dan semester 4 tersebut berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Dengan jaket almamater warna ungu mereka didampingi Dekan FIPPS IKIP-PGRI Pontianak, Eka Jaya Putra Utama, M.Pd, dan 4 dosen lainnya.

Kuliah dimulai pukul 09.30 WIB itu berlangsung selama kurang lebih 2 jam, diawali perkenalan singkat dari mahasiswa, sekaligus menyampaikan hal apa yang ingin didapatkan peserta selama sesi tersebut. Satu persatu mahasiswa memperkenalkan diri dan menyampaikan berbagai pendapat seputar ketertarikan kepada kebudayaan Dayak itu sendiri, baik seputar adat, tradisi, kesenian, sejarah dan fenomena masa kini yang mempengaruhi keberadaan kebudayaan Dayak.

Satu tanggapan untuk “IDENTITAS DAYAK BUKAN DITENTUKAN AGAMA MODERN

  • 17 Juli 2019 pada 10:31 am
    Permalink

    Upaya yang baik. Salam sehat dan semangat buat semua. Salam juga buat Om John Bamba kawan lama sejak awal ID dibangun. Tabek dari saya, Mering Ngo di Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *