Empat Tahun Radio Komunitas Tampun Juah Pererat Hubungan Budaya dan Mengabarkan Informasi

1.580 Views

Segumon, Sekayam,  KR

Mudip bebasa tuah betimpa, 

Mudip beradat kenasih tempa…. Betuah beruntung

Rina’ Bopulua Tompo’ Linua, 

Rina’ Bupoyo Tompo’ Roto…. Surua Tompo’

Gayu Guru Gerai Nyamai Lantang Senang Nguan Menua…. Kuuur Semangat.

Sapaan adat dan budaya khas Subsuku Dayak Sisang, Bi Somu dan Iban Sebaruk di atas wajib diucapkan sebagai pengantar dan penutup ketika para penyiar Radio Komunitas “mengudara”. “Kami wajib menyapa pendengar setia kami dengan sapaan adat dan budaya Sisang, Bi Somu dan Iban Sebaruk untuk mengingatkan para pendengar tentang pentingnya menghargai adat dan budaya sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tutur Dodi, pemuda Bi Somu yang aktif “mengudara” saat giliran dia bertugas. Dodi memang bergantian tugas siaran dengan penyiar berbahasa Sisang dan Iban Sebaruk. 

Masyarakat Adat Komunitas Tampun Juah, khususnya warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Sekayam, Noyan, warga Kampung Mujat, Bunan dan Mongkos di perbatasan RI-Sarawak, Malaysia layak bersyukur karena telah memperoleh pelayanan informasi, berita kebudayaan, dan hiburan lagu-lagu daerah dari Rakom Tampun Juah selama 4 tahun ini.

Rakom berfrekwensi 101,3 FM itu memiliki program acara siar dalam Bahasa Indonesia dan 3 (tiga) bahasa daerah. Kehadiran Rakom ini setidaknya telah menyediakan berbagai informasi dan memberikan hiburan tersendiri bagi warga di perbatasan. 

Sejak dibuka resmi oleh Paolus Hadi, Bupati Sanggau, 4 tahun silam, tepatnya tanggal 1 Agustus 2016, Rakom Tampun Tampun Juah terus aktif menjadi satu-satunya media komunitas yang menyuarakan kebudayaan dan informasi bermanfaat lainnya bagi Komunitas Dayak Sisang, Bi Somu (rumpun Bidayuhik), dan Iban Sebaruk (rumpun Ibanik), dan warga lainnya di perbatasan. 

Rakom Tampun Juah berusaha tampil sebagai media pemersatu dan dengan programnya aktif menjalin komunikasi budaya Masyarakat Adat Komunitas Tampun Juah, terutama mereka yang mengakses siaran Rakom di sepanjang perbatasan RI-Sarawak, Malaysia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *