ID Dukung Mahasiswa UNTAN Lestarikan Bahasa Daerah dengan Aplikasi Kamus

772 Views

Pontianak, KR

Baru-baru ini, Selasa (28/7/2020), Tri Florens Doni, peneliti Bahasa Daerah mempersentasikan sebuah aplikasi kamus bahasa di Jurung Institut Dayakologi, Pontianak. Aplikasi kamus itu merupakan hasil pengembangan riset untuk skripsi S1 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tanjungpura, Pontianak, yang berlangsung kurang lebih sudah tahun ini. 

Flo, demikian sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dia bermaksud mendapatkan saran dan masukan dari Institut Dayakologi terhadap hasil sementara penelitiannya tersebut. “Saya kembali menemui Bapak/Ibu di Institut Dayakologi untuk meminta saran-saran maupun masukan terhadap hasil sementara penelitian saya agar skripsi saya nantinya bisa lebih baik lagi sehingga semakin layak untuk diuji,” ujar pria asal Balai Semandang Jaya tersebut. Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Institut Dayakologi selama ini, yang mempermudahkan akses padanya dalam melakukan penelitian atas 5 (lima) bahasa dari Subsuku Dayak di Kalimantan Barat. 

Aplikasi kamus tersebut akan berisi setidaknya 200 kata asasi dari 400-an kata asasi dari masing-masing 5 (lima) bahasa, yakni Bahasa Bangae’ Moro dari Subsuku Dayak Banyuke-Moro Batukng, Bahasa Benatuq dari Subsuku Dayak Jalai Benatuq, Bahasa Perigiq dari Subsuku Dayak Jalai Perigiq, Bahasa Banyadu’ dari Subsuku Banyadu’ dan Bahasa Banana’/Ba’ahe dari Subsuku Dayak Kanayatn. “Aplikasi kamus ini juga dapat digunakan untuk menterjemahkan kalimat maksimal 8 (delapan) kata dari 5 (lima) bahasa daerah tadi ke dalam Bahasa Indonesia,” jelas Flo di hadapan Pengurus ID dan Tim ID. 

Tri Florens Doni, mempersentasikan aplikasi kamus bahasa di Jurung Institut Dayakologi, Pontianak (Foto: Roni/DokID).

Flo menambahkan, alasannya merancang aplikasi kamus terjemahan Bahasa Dayak ke dalam Bahasa Indonesia adalah karena ia prihatin terhadap fenomena terdegradasinya bahasa dan budaya daerah, khususnya Bahasa Dayak yang terus terjadi hingga terancam punah karena berbagai faktor. Ke depan, ia berharap dapat mengembangkan aplikasi kamus terjemahannya sehingga dapat diakses secara offline dan menjangkau masyarakat luas.

Relevan Dikembangkan 

Krissusandi Gunui’, Direktur Eksekutif Institut Dayakologi memberikan apresiasi kepada pemuda asal Balai Semandang, Kabupaten Ketapang tersebut. Gunui’ mengatakan, tidak banyak peneliti, apalagi anak muda Dayak yang tertarik meneliti Bahasa Dayak, terlebih di era digital saat ini. “Penelitian berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi digital tentang Bahasa Daerah, khususnya 5 (lima) bahasa yang dituturkan Subsuku Dayak tersebut adalah sebagai upaya pelestarian bahasa yang kekinian dan memang dibutuhkan sekali saat ini dan ke depannya,” ungkapnya saat menyambut pemaparan Flo. 

Gunui’ menerangkan bahwa ID sebagai lembaga NGO, selama hampir 30 tahun ini selalu bekerja berdasarkan riset sehingga tak heran bila ID memiliki database tentang kebudayaan Dayak secara luas, termasuk data kebahasaan Subsuku Dayak di Kalimantan Barat.  “Aplikasi Kamus Terjemahan Bahasa Daerah ke dalam Bahasa Indonesia ini di masa yang akan datang relevan dikembangkan lagi untuk penerjemahan 168 bahasa Dayak di Kalimantan Barat ini,” harap Gunui’.

Penulis: Yeri.

Foto: Roni/DokID.

Editor: R. Giring

Satu tanggapan untuk “ID Dukung Mahasiswa UNTAN Lestarikan Bahasa Daerah dengan Aplikasi Kamus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *