GPPK dan GCU-FPK Lakukan Refleksi dan Evaluasi Credit Union Gerakan Konsepsi Filosofi Petani
Aspek gerakan menjadi salah satu isu pokok yang penting dalam CUG-KFP. Sejak awal, CUG-KFP berkomitmen untuk menciptakan kemandirian ekonomi berbasis komunitas, memperkuat solidaritas, dan membangun kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh anggota. CUG-KFP mesti adaptif tapi juga harus kritis terhadap perkembangan dan tantangan zaman, apalagi di era digital seperti sekarang ini.
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia aktivis CUG-KFP tidak melulu difokuskan pada hal-hal yang menyangkut teknis pelayanan CU saja, tapi yang tak kalah penting adalah kapasitas ideologi gerakan bagi para aktivis.
“Seluruh elemen CUG-KFP diharapkan tetap solid, konsisten dan profesional dalam memberikan pelayanan bagi anggota, Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di wilayah pelayanannya. Semangat awal, prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar CUG-KFP harus tetap dijaga. Kehadiran peran pendamping dan lembaga jejaring di wilayah pelayanan CUG-KFP mesti bisa memperkuat keberadaan CUG-KFP,” pungkas John.
Dalam konteks gerakan pemberdayaan holistik, anggota dan masyarakat di wilayah pelayanan CUG-KFP memperoleh dukungan dari lembaga pendamping dan jejaring, di antaranya dalam pelestarian dan pengembangan pertanian organik berkelanjutan dan pengembangan mata pencaharian berbasis pengelolaan sumber daya alam yang berkearifan lokal, serta penguatan usaha produktif yang ramah lingkungan bagi anggota.
Baca juga: https://kalimantanreview.com/bayang-bayang-ibu-kota-di-kalimantan/
Pesatnya dinamika dan perubahan yang sosial budaya, ekonomi dan ekologi di wilayah pelayanan CUG-KFP dan pendampingan lembaga anggota GPPK dalam dalam Dalam refleksi dan evaluasi tersebut aspek gerakan menjadi salah satu isu pokok yang dibahas bersama.
Kesepakatan
Refleksi dan evaluasi CUG-KFP menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama untuk lebih optimal dan konsisten lagi melaksanakan aspek gerakan pemberdayaan holistik bagi anggota dan Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di wilayah pelayanan masing-masing.

Peran pendampingan dan jejaring bagi anggota CUG-KFP di wilayah masing-masing sangat diperlukan terutama untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia anggota dan pemberdayaan holistik anggota, Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal di wilayah pelayanan CUG-KFP. Selain hal-hal yang bersifat peningkatan kapasitas teknis aktivis, kesepakatan bersama lainnya di tahun 2025 ialah MONEV aspek gerakan pemberdayaan holistik di CUG-KFP, MONEV implementasi beberapa manual operasional, dan meninjau kembali kebijakan yang telah disepakati bersama di level gerakan.[ ]

