Asal Usul Dayak Seberuang
Di KecamatanTempunak, orang Seberuang tinggal di Desa Balai Harapan yang kampungnya adalah Balai Harapan atau dulu disebut Balai Gana. Di Desa Benua Kencana kampungya adalah Lebuk Hulu, Lebuk Hilir, Lanjau Mulas, Benua Kencana, Jungkang, Ansak. Di Desa Gurung Mali kampungnya adalah Tembak, Arai, Serpang, Sungai Belatuk, Sungai Buaya, Sungai Buluh, Penyarak dan Nanga Jengkuat. Di Desa Mensiap Baru yang dulu disebut Mensiap Hulu kampungnya adalah Mensiap Hilir dan Mensiap Hulu. Di Desa Merti Jaya kampungnya adalah Pekulai Hilir, Pekulai Hulu, Mansik dan Remiang. Di Desa Nanga Tempunak kampungnya adalah Lebah Satu dan Empat Dua. Di Desa Tanjung Perada Kampungnya adalah Mensiap Tanjung, Kantuk Hulu dan Peninjau. Di Desa Pulau Jaya kampungnya adalah adalah Melimbok, Janang, Palau Mandong dan Kempas.
Selain itu, ada juga adat tolak bala dan muja tanah. Gawai orang Seberuang dilaksanakan setahun sekali terdiri dari tiga gawai, yaitu gawai memberkat dunia/alam lingkungan, memberkati manusia, dan gawai padi. Dalam pelaksanaan ketiga gawai itu, ada ritual yang dilaksanakan di pentik yang ada di hutan keramat. Jaraknya kurang lebih 300 meter dari perkampungan. Gawai adat tolak bala dilaksanakan setiap setengah tahun. Ratah “sesaji” yang disediakan adalah babi sikuk, manuk sikuk selawang, tuak setajau, pului sebangkang, dan nasi padi.
Teks: Adelbertus Asisi.
Sumber: Alloy Sujarni, dkk., MOZAIK DAYAK: Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat, Institut Dayakologi, Pontianak, 2008.

