Tanggulangi Dampak Covid-19, Kolaborasi ID dan PEMDES Tae Didukung Camat Balai – Batang Tarang

401 Views

“…Kita harap agar upaya pendampingan seperti ini dilanjutkan ke depannya. Ini adalah sosialisasi awal dari kegiatan-kegiatan selanjutnya, kita akan dukung, ” (Pak Poheng Gew, Camat Balai – Batang Tarang).

Balai – Batang Tarang, KR

Suasana aula pertemuan di Kantor Camat Balai-Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, malam, sekitar pukul 19.00 – 22.00 WIB itu sedikit berbeda dari sebelumnya. Maklum, lebih 3 bulan sebelumnya tidak ada pertemuan di aula itu sehingga sepi karena dalam situasi pengaruh Pandemi Covid-19. Juli 2020, daerah Kabupaten Sanggau masih masuk kategori zona orange, walaupun era kebiasaan baru atau kenormalan baru telah diberlakukan di Provinsi Kalimantan Barat.

Pertemuan di Kantor Camat Balai-Batang Tarang tersebut semula atas usulan Kades Tae, Melkianus Midi dan disetujui langsung oleh Pemerintah Kecamatan Balai dan Institut Dayakologi. Dalam pengantarnya, Kades Tae mengatakan bahwa pihaknya telah didukung oleh Institut Dayakologi sehingga sosialisasi kegiatan adaptasi Pandemi Covid-19 di era kebiasaan baru antara Institut Dayakologi dan Pemerintah Desa Tae juga akan mengajak pihak kecamatan untuk mendukung kegiatan tersebut. “Kami senang karena pak camat bersedia menyediakan tempat untuk sosialisasi ini. Terima kasih juga kepada Kapolsek Balai dan Koramil Balai yang juga hadir pada malam ini. Kami harap bapak-bapak mau sharing juga kepada kita yang hadir di sini malam ini,” ujar Melkianus Medi.

Senada dengan Kades Tae tersebut, Direktur Eksekutif Institut Dayakologi, Krissusandi Gunui’ dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Camat Balai, Kapolsek Balai dan Koramil Balai yang mendukung sosialisasi tersebut. “Kami dari Institut Dayakologi sangat berterima kasih kepada Muspika Balai; Camat Balai, Kapolsek Balai dan Koramil Balai, karena sangat terbuka untuk saling mendukung dalam konteks sosialisasi adaptasi pandemi Covid-19 khususnya di masa kenormalan baru ini. Tak seorang pun di dunia ini yang tahu pasti kapan sebetulnya pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Itulah mengapa kita masih dituntut mematuhi protokol kesehatan walaupun sudah mulai masuk ke era kenormalan baru atau era kebiasaan baru. Bila tidak, maka ancaman Covid-19 ini sewaktu-waktu bisa merenggut keselamatan kita dan generasa kita. Daerah Tae, Sisang, Iban Sebaruk yang terdapat di Kab. Sanggau ini merupakan khas daerah Masyarakat Adat, yang juga rentan terdampak pandemi Covid-19. Kita perlu mengambil langkah untuk meningkatkan hasil tanaman kita dengan memproduksi pupuk organik, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengolah dan mengkonsumsi ramuan asli kita. Itu mesti kita lakukan bersama-sama,” ujarnya di hadapan sekitar 20-an peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari 8 kampung di Desa Tae, dan beberapa anggota Polsek Balai – Batang Tarang. 

Sementara itu, Pak Poheng Gew, Camat Balai menyambut baik rencana kolaborasi antara Institut Dayakologi dan Pemerintah Desa Tae. Ia juga menjanjikan jika pihaknya akan mendukung upaya kerjasama tersebut. “Selaku Camat Balai, dan tentu saja akan didukung oleh Kapolsek Balai dan Koramil Balai mengapresiasi upaya kerjasama para pihak ini. Sesuai Tupoksi kami, tentu kami akan sangat senang menerima sekaligus akan mendukung kegiatan kerjasama ke depannya. Pengalaman pendampingan untuk memberdayakan kelompok warga, khususnya kelompok ibu-ibu di desa-desa sangat dibutuhkan. Kita harap agar upaya pendampingan seperti ini dilanjutkan ke depannya. Ini adalah sosialisasi awal dari kegiatan-kegiatan selanjutnya, kita akan dukung,” pungkas Pak Poheng. 

Kemudian, Babinsa Koramil 10/Batang Tarang Serda Heri Sarwono, ketika diminta berkomentar menekankan pentingnya para pihak menjaga kebersamaan dalam mencegah dan menanggulangi dampak pandemi Covid-19. “Kita, semua pihak, siapa pun itu, harus menjaga kebersamaan dalam mencegah dan menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di daerah kita ini,” tegas Serda Heri Sarwono di hadapan semua yang hadir pada malam itu, Kamis (16/7/2020).

Penulis: Medi, Yeri, Roni & Giring.

Penghimpun data: Ikok.

Foto: Medi.

Editor:  Giring.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *