Ritual Adat Ngumpan Sandung Kenyalang: Merayakan Harmoni Relasi Manusia-sesama, Alam dan Sang Pencipta

2.897 Views

Ritual ngumpan sandung kenyalang dilaksanakan setelah terlebih dahulu dilakukan ritual nimang sandungdan bekana bejaneh. Bekana bejaneh pada dasarnya adalah nyanyian syair yang mengisahkan kehidupan orang-orang Tampun Juan dan perjalanan migrasinya ke berbagai penjuru tanah Borneo di masa silam.

Di depan tiang sandung itu, syair tentang orang-orang Tampun yang sakti dari leluhur warga Tampun dilantunkan secara terus menerus oleh Apai Jawin (73) mulai dari pukul 00 hingga 06.00 Wib, Rabu (4/9/2019), hari ke-3 Gawai Serumpun Tampun Juah. Selanjutnya, nimang sandunguntuk menghantar ritual adat ngumpan sandung kenyalang.

Ritual nimang sandung dilaksanakan pada saat cahaya matahari pagi mulai terang. Nimang sandung dipimpin oleh Apai Jutim (72) dan apai Jukit (72), dimaksudkan sebagai perwujudan mengundang semua komunitas Tampun Juah beserta leluhur agar datang di tempat itu sekaligus minta keselamatan, kesehatan, kesejukan kepada petara (sang pencipta) karena sebentar lagi akan ada ritual adat ngumpan sandung kenyalang.*** 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *