Ritual Adat Naiki’ Rumah Baharu: Memohonan Keselamatan dan Kesuksesan untuk Penghuni Rumah Baru

2.123 Views

Kata-kata mantranya lengkap sekali. Berikut hanya sebagian kecil saja dari mantra permohonannya. Sekedar contoh: “Selamatkanlah mereka (baca: penghuni rumah) dari segala mara bahaya, dari segala kesulitan, dari kejahatan baik saat berada di  darat, di air dan di perjalanan, meminta keselamatan apabila dalam ancaman bahaya, selamatkanlah dari salah pilih jalan, dari terkejut yang tiba-tiba, mohon ingatkan dari  kemangkiran… minta agar satu kata, satu kesepahaman dalam kehidupan di rumah ini, mohon luruskanlah bila melenceng, mohon bersihkanlah bila kotor, mohon jadikanlah masak jika mentah atau alang kepalang, meminta diperjelas apabila kabur atau kurang jelas, minta dibenarkan bila salah jalan, mohon limpahanlah rezeki dan kesuksesan dalam mengarungi kehidupan ini hingga anak, cucu, cicit, engke, moyang,… dst”.

“Semua hal baik yakni keselamatan dan kesuksesan telah disampaikan kepada Jubata. Ini tradisi kami dari Binua Kaca’ Tengah, Menjalin,” kata Pak Amen. Dia menambahkan, semua roh jahat sudah dipesan, diminta supaya jangan mengganggu keselamatan penghuni rumah. Kita minta agar segala roh jahat tinggal baik-baik di tempatnya masing-masing, jangan mengganggu penghuni rumah.

Itulah sederet permohonan imam panyangahatn yang didaraskan dengan lantang dan lancar sembari sesekali memulas beras kuning ke kening penghuni rumah tersebut.

Bea buis

Bea buis merupakan bahan-bahan lengkap yang berfungsi sebagai penghantar proses ritual adat. Di antaranya yang paling utama adalah: baras sunguh, baras pulut, tungkat, tumpi, poe, kapur- sirih-pinang-tembakau, manok, tampukng tawar, baras kuning, tentekng basi baliukng. Ibarat perlengkapan bepergian ke suatu tempat, bea buis tersebut disiapkan dengan kesungguhan dan serba cukup agar segala permohonan bisa sampai ke tempat tujuannya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *