RAT Perdana PUSAKA TB. 2025 dan Rangkaian Kegiatan GPPK Terselenggara Sukses
Keragaman latar belakang situasi lapangan menjadi tantangan bagi para aktivis CUG KFP untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masing-masing agar dapat menyiasati proses pendidikan di lapangan yang dinamis tanpa meniadakan substansi materi pendidikan.

“Metode pendidikan yang membebaskan dengan pendekatan partisipatoris harus didukung bahan pembelajaran yang tepat dan kontekstual. Modul pendidikan anggota CUG KFP diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengetahuan, sikap dan perilaku anggota dan komunitas yang dilayani,” kata Mantir Pancur Kasih yang juga Ketua PUSAKA, John Bamba dalam sambutan pembukaan rangkaian kegiatan.

Ia juga bilang, dengan rangkaian agenda Gerakan di Rumah GemalaK, Tanjung ini, maka Rumah GemalaK menjadi saksi sejarah bagi RAT perdana PUSAKA.
Dalam lokakarya pendidikan CUG KFP, peserta mendiskusikan modul pendidikan CUG KFP yang bukan hanya menjadi bahan ajar, tetapi juga sebagai alat pengorganisasian untuk terus membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya saling percaya dan membantu satu sama lain.

Selanjutnya Rapat Umum Anggota Perkumpulan GPPK sebagai ruang bagi evaluasi arah gerakan secara menyeluruh di tengah berbagai dinamika baik internal maupun eksternal. Rapat yang digelar pada Rabu (15/4/2026) itu mempertemukan gagasan dari para pimpinan lembaga anggota dan aktivis yang hadir untuk merumuskan prioritas agenda bersama.

Momentum berikutnya adalah Rapat Rencana Kerja dan Anggaran PUSAKA Tahun Buku 2026 pada Kamis (16/4/2026) yang membahas strategi program dan alokasi sumber daya sebagai bentuk komitmen pada tata kelola yang terencana dan akuntabel.
Sebagai acara puncak, digelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana PUSAKA Tahun Buku 2025, Jumat (17/4/2026). Laporan pertanggungjawaban disampaikan secara transparan, diikuti proses tanya jawab dengan anggota sebagai perwujudan mekanisme internal organisasi.

Dari keseluruhan rangkaian agenda di atas, terdapat pembelajaran penting. Pertama, integrasi antara pendidikan anggota, perencanaan kerja hingga rapat umum anggota perkumpulan sebagai forum akuntabilitas menjadi kunci bagi keberlanjutan organisasi. Kedua, transparansi berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas anggota agar partisipasi substansial terwujud. Ketiga, RAT perdana PUSAKA pada dasarnya adalah membangun budaya organisasi yang sehat dengan dibukanya ruang untuk siap menerima kritik dan terus belajar.

Sebagai makhluk yang bersyukur, rangkaian kegiatan ditutup dengan misa syukur yang dipimpin oleh Rm. Indra dan Rm. Budi. Selain bersyukur atas penyelenggaraan seluruh rangkaian agenda dan RAT perdana PUSAKA, misa juga mendoakan para pendiri Pancur Kasih, dan pendiri lembaga-lembaga anggota GPPK, baik CUG KFP maupun lembaga CSO. Dari RumaK GemalaK, satu pesan menguat bahwa pemberdayaan holistik hanya akan bertahan jika dikelola secara kolektif, dengan fondasi nilai-nilai dasar Gerakan, pengetahuan, dan tata kelola yang kokoh. [*]

