Para Malaikat di Sekitar Rumah Sakit: Antre Pendaftaran untuk Kontrol

204 Views

Oleh: Leo Sutrisno – Kolumnis, Dosen Purnabakti Universitas Tanjungpura Pontianak, Tinggal di Yogyakarta.

Pagi itu, Selasa, 30 April 2023, udara subuh masih sangat dingin saat Pak Haji memacu sepeda motornya menembus kegelapan menuju RSUP. Tepat pukul 04.00 WIB, ia sudah berdiri di depan pintu pendaftaran untuk membantu dr. Justina, Sp.PK.

Sebagai seorang spesialis patologi klinik, Justina memahami betul urgensi waktu dalam penanganan kanker. Ia baru saja menjalani operasi CA Colorectal (kanker usus besar) dan kini harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah digestif.

Baca juga: https://kalimantanreview.com/tag/paramalaikatdisekitarrumahsakit-lilinyangtakpernahpadam-leosutrisno-kalimantanreview-com/

Pertemuan ini krusial untuk memastikan kondisi luka operasi telah pulih sempurna sebelum memulai rangkaian kemoterapi pertamanya.

Meskipun Pak Manto sudah tiba sangat awal, antrean rupanya sudah mengular. Perjuangan menahan kantuk dan dingin membuahkan hasil berupa selembar kertas nomor antrean. Namun, betapa terkejutnya Pak Manto saat melihat angka yang tertera: Nomor 144.

“Luar biasa perjuangan pasien di sini,” gumam Pak Manto sambil menyandarkan punggungnya di kursi tunggu yang masih sepi.

Baca juga: https://kalimantanreview.com/para-malaikat-di-sekitar-rumah-sakit-preparat-kosong-bapa-uskup/

Ia segera mengirimkan pesan singkat kepada Justina agar bisa mengatur waktu keberangkatan dari rumah sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama di rumah sakit yang berisiko bagi imunitasnya yang sedang turun.

Berkat bantuan Pak Manto, Justina tetap bisa beristirahat lebih lama untuk mengumpulkan energi sebelum menghadapi prosedur medis yang panjang. Antrean nomor 144 itu menjadi saksi bisu dedikasi seorang sahabat dalam mendukung perjuangan seorang dokter melawan kanker yang dideritanya.

Di fajar yang masih buta, pukul empat pagi bermula,

Pak Haji melangkah, menembus dingin yang menusuk sukma.

Demi aku, ia relakan lelapnya hilang,

Ooo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *