Para Malaikat di Sekitar Rumah Sakit: Antre Pendaftaran untuk Kontrol

256 Views

Menjemput nomor antrean di balik pintu rumah sakit yang remang.

Angka seratus empat puluh empat kini di genggaman,

Sebuah nomor harapan di tengah perjuangan yang panjang.

Setelah pisau bedah usai menunaikan tugas pada raga,

Kini gerbang kemoterapi pertama telah terbuka di depan mata.

Menuju meja bedah digestif, langkah diatur perlahan,

Menata persiapan jiwa untuk obat yang membawa kesembuhan.

Terima kasih Pak Manto, atas kaki yang tak lelah berdiri,

Menjadi jembatan bagi ku menjemput sehat kembali.

Dari gelap subuh hingga matahari mulai meninggi,

Ada ketulusan yang mengalir, tulus tanpa pamrih diri.

Semoga ikhtiar ini menjadi jalan terang yang nyata,

Melawan CA Colorectal, hingga sembuh menyapa raga (Dien).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *