“Mohi Kone Ompu Asa Temawoang Hibun” ke-4 Segera Digelar, Marina Rona Ajak Dayak Hibun Revitalisasikan Tembawang Hibun sebagai Identitas Budaya

1.608 Views

Pengatoh (Juru Kunci) Sebelum upacara-upacara sakral dimulai, pengatoh atau juru kunci  akan membukanya terlebih dahulu dengan ritual adat Muko Kunci Temawoang Hibun yang dibarengi dengan ritual adat Ngantuang Hancok Penabei atau Hancok Damai yang bertujuan mendamaikan manusia dengan alam sekitar agar seluruh rangkaian kegiatannya nanti berjalan dengan baik dan lancar.

Dayak Hibun (atau Ribun)

Dayak Hibun juga disebut Dayak Ribun merupakan kelompok subsuku Dayak di Kabupaten Sanggau yang dapat dijumpai di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Parindu, Tayan Hulu, Tayan Hilir, Bonti dan Kembayan dengan sebaran pemukiman di 92 kampung dalam wilayah 5 kecamatan itu seperti ditulis dalam “Gambaran Umum tentang Masyarakat Hukum Adat Dayak Hibun” (Marina Rona, 2021).

Kegiatan Mohi Kone Ompu Asa Temawoang Hibun ini pada hakikatnya adalah upaya merevitalisasi situs budaya suku Hibun yang sudah lama ditinggalkan; salah satunya dikarenakan penyebaran orang-orang Hibun pada masa lalu. Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan Masyarakat Adat Dayak Hibun beberapa tahun belakangan.

Menuju hari kegiatan pada 28-29 Juni

Bekuduang (atau musyawarah besar) ke-6 Poyo Tono Hibun Masyarakat Adat Dayak Hibun menyepakati tanggal 28 sampai 29 Juni 2024 ini merupakan hari baik untuk melaksanakan Mohi Kone Ompu Asa Tomawoang Hibun.

“Penentuan hari dan tanggal juga merupakan hasil kesepakatan dari para Tokoh Adat, Pomoang dan Bohiang yang menghadiri Bekudoang ke- 6 lalu,” terang Fransiskus Suwondo, selaku Penasehat Pemangkou Poyo Tono Hibun.

Iapun mengajak untuk meneruskan upaya revitalisasi situs budaya Hibun yang telah dirintis bersama beberapa tahun belakangan. “Harap kedepannya dapat menjadi pusat upacara Adat bagi seluruh Masyarakat Adat Hibun,” papar Suwondo.

Tuan rumah dalam ritual adat di Tembawang Hibun pada 2024 di adalah Masyarakat Adat Hibun dari wilayah Kecamatan Tayan Hulu, yang dikoordinir Lorensius Dodoi. Semoga kegiatan ini dapat mengenalkan kembali sejarah peradaban subsuku Hibun di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, khususnya kepada generasi Masyarakat Adat Dayak Hibun di mana pun berada.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *