Memaknai Pameran “Ruang Imajinasi” Karya Seni Rupa Ayu Murniati

150 Views

Oleh R. GIRING – Penikmat Karya Seni, Aktif di Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih & Pusat Dayakologi.

Dunia seni tak ada matinya. Lebih lagi jika ekosistem ekspresinya mendukung. Sejumlah orang berdatangan memasuki ruang pameran yang menyatu dengan Port 99, Pontianak. Ruang kreatif dan kafe populer ini dikenal sebagai pusat nongkrong, pameran seni, workshop, seminar, dan acara komunitas yang memiliki area indoor dan outdoor bernuansa vintage minimalis di dua lantai.

Ayu Murniati dikenal juga sebagai Ayu Kebong.

Sebagian besar pengunjung terdiri dari anak-anak muda dari Generasi Z dan segelintir orang tua yang mendampingi anak-anaknya. Mereka mengunjungi pameran tunggal karya seni rupa Ayu Murniati. Area yang luas dilengkapi fasilitas pencahayaan yang apik, dan ruangan setengah terbuka memanjakan para penikmat seni yang ingin mengapresiasi karya seniman asal Pontianak itu. 

Baca juga: https://kalimantanreview.com/membaca-ngobrol-seni-di-pameran-tunggal-talawang-kala-kini/

Di situ pula, Sabtu (9/2/2026), sekitar pkl. 19.30 s.d 21.00 WIB, penulis menikmati pameran tunggal seni rupa karya  Ayu Murniati. Penggiat seni mural yang dikenal sebagai Ayu Kebong ini berasal dari Pontianak, seorang sarjana arsitektur yang sejak 2016 menekuni dunia seni rupa dan tinggal di Bali hampir 3 tahun belakangan.

Dalam perbincangan dengannya, Ayu mengatakan jika di Bali, ruang untuk berinteraksi dengan para seniman lebih luas dan sangat terbuka. “Di Bali, aku bukan siapa-siapa,” ucapnya merendah. Tentu ini dikatakannya tanpa ingin menganggap ruang berekspresi seni di Pontianak kurang memperoleh apresiasi publik yang luas.

Merayakan Kejujuran

“Ayu ingin merasakan tantangan yang lebih luas dalam berkarya,” imbuhnya. Pameran Tunggal bertajuk “Ruang Imajinasi” tersebut berlangsung dari 31 Januari hingga 14 Februari 2026. Ayu Kebong melakukan eksplorasi yang mendalam imajinasinya tentang cara  pandangan anak kecil melihat dunia. Seakan-akan mau mengajak para pengunjung untuk membayangkan cara anak-anak perempuan melihat dunia.

Penulis di antara karya seni rupa Ayu Murniati.

Karya seni rupa pilihan Hera Yulita – kurator untuk pameran ini memilih karya seni Ayu yang menjadikan anak-anak perempuan sebagai karakter tunggal karyanya.

Baca juga: https://kalimantanreview.com/pontianak-kota-persilangan-dan-negosiasi-budaya/

Bagi Ayu, karakter anak-anak tersebut menjadi materi yang menarik untuk karya seninya yang unik. Dengan mengeksplor karakter anak-anak dalam karya seni rupanya, Ayu Murniati mengekspresikan imajinasinya tentang seorang Ayu tatkala masih anak-anak. Bisa dikatakan, Ayu Kebong ingin menunjukkan pada kita bahwa beginilah Ayu kecil melihat dunia. Sepintas, karya-karya Ayu seperti menembus batas waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *