Inilah “Periboh” Ritual Adat Keramat Tanah Bisa dan “Bayar Niat” Orang Dayak Desa, di Desa Meranggau

2.210 Views

Bahan-bahan lainnya adalah 1 piring nasi ketan merah manis, 1 piring nasi ketan putih (tawar), 1 piring nasi ketan kuning, 1 cangkir bubur merah (gula merah), 1 cangkir bubur putih (tawar), 1 gelas kopi hitam, 1 gelas teh manis, 1 gelas air putih (tawar), beras putih dan beras kuning untuk “bapomang/bapuja bapintak” kepada Nek Duata Keramat Kedolat (Yang Maha Tinggi Penguasa Keramat).

Selanjutnya 1 sirih ilum lengkap dengan pinang, kapur dan rokok kirai, mangkok berisi bara api untuk “nyampok” atau proses pendupaan semua bahan yang telah disiapkan. Agar menghasilkan efek aroma dan (kesan) situasi sakral, maka “besampok” pebayeh menggunakan getah kemenyan dan gaharu.

“Periboh” Ritual Adat Bayar Niat

“Periboh” atau bahan-bahan yang harus disediakan untuk ritual adat “bayar niat” yang dilaksanakan di Keramat Tiang Bendera Raja Ulu Arai meliputi 1 ekor ayam jantan dan 1 ekor ayam betina yang keduanya dimasak dengan santan.

Kemudian 1 ekor ayam hidup untuk “bekibau bebiyau”. Setelah “bekibau bebiyau”, ayam tersebut langsung disembelih. 1 piring nasi ketan merah, 1 piring nasi ketan putih yang menggunakan santan,

1 piring nasi ketan kuning juga dimaksak pakai santan. Bubur merah dan bubur putih, 1 gelas kopi hitam manis, 1 gelas kopi hitam tawar, 1 gelas teh manis, 1 gelas teh tawar, dan 1 sirih ilum lengkap dengan rokok kirai.

Kemudian 1 mangkok “sampok” yang diisi bara api dan bubuk kemenyan secukupnya. Setelah ritual adat dilaksanakan, maka bendera kain kuning harus dikibarkan selama 3 hari. Pada hari keempat, bendera harus diturunkan kembali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *