Cerita Lama dari Sungkung, Kec. Siding Kab. Bengkayang: Akses Jalan Belum Layak

135 Views

Sungkung merupakan salah satu Subsuku Dayak yang berbahasa Begais, dan termasuk rumpun Bidayuhik. Kata “Sungkung” mengacu pada komunitas Orang Dayak yang tinggal di wilayah Kec. Siding Kab. Bengkayang, dan di Kec. Entikong Kab. Sanggau. Wilayahnya saling berbatasan.

Baca juga: https://kalimantanreview.com/rp15-miliar-dana-apbd-provinsi-kalbar-ta-2026-untuk-perbaikan-jalan-suti-semarang-ditanya-warga/

Barangkali inilah pertimbangannya mengapa Perda Nomor 8/2025 mencantumkan dana anggaran proyek perbaikan jalan Sungkung TA 2026 sebesar Rp16,250 miliar. Namun keberadaan belum ada titik terang terkait peruntukkannya.

Saat menerima audiensi rombongan Kades Sungkung 1 (Joni Pranta), Kades Sungkung 2 (Maman Kurniawan), Kades Sungkung 3 (Sujianto), dan Sekdes Tawang (Alpius), Selasa (26/6/2026) di Kantor Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Wiwin Haryanto mengatakan, jalan Sungkung berstatus jalan Kabupaten.

“Kode Rekening dengan angka awalnya nomor 4 pada Perda Nomor 8/2025 memang ada nama Sungkung, tapi pagu anggaran dana tersebut berada di Bidang Pemerintahan yang digunakan untuk pemetaan wilayah,” jelas Wiwin Hardyanto.

Wiwin Haryanto juga bilang, bahwa APBD Kalbar yang sekarang (TA 2026: Red) telah mengalami tahapan perubahan sebanyak 5 kali karena efisiensi. Dia juga menyarankan agar Kades Sungkung 1, Joni Pranata dan rombongan audiensi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalbar. Dinas Perkim merupakan instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas pengelolaan perumahan, penataan kawasan permukiman, dan pencegahan permukiman kumuh.

Baca juga: https://kalimantanreview.com/16-tahun-ruu-masyarakat-adat-mangkrak-catatan-krusial-koalisi-kawal-ruu-masyarakat-adat/

Menanggapi hal tersebut, juru bicara rombongan Kades Sungkung Kompleks, Joni Pranata mengatakan pihaknya akan terus meminta pemerintah untuk memperbaiki akses jalan Sungkung.

“Kondisi akses jalan Sungkung saat ini masih belum berubah. Dari dulu hingga sekarang berlumpur dan berlubang. Motor saja hampir tak bisa melintasinya,” pungkas Joni.

Rombongan Kades Sungkung Kompleks berharap pemerintah provinsi melalui dinas terkait segera memperbaiki kondisi jalan Sungkung yang selama ini menghambat akses warga saat membawa hasil pertanian ke kota di kecamatan maupun kabupaten. Semoga.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *