Inilah Sinopsis Buku SAUNDAMAN: Kebudayaan dan Tamanggung Tamambaloh, Kapuas Hulu
Saundaman merujuk pada makna nilai dan praktik kekerabatan pada Masyarakat Adat Dayak Tamambaloh – kelompok Dayak yang memiliki penggolongan status meliputi Samagat, Pabiring, Suang Sao, dan Pangkam. Status tersebut memiliki pengaruh tersendiri dalam perkawinan Orang Tamambaloh, yang dalam idiom lokalnya lebih berterima bila disebut Tamambalo ini.
Teks utama: Sinopsis buku | Foto Sampul: Tim Redaksi | Editor: K. Gunui & R. Giring
Dayak Tamambaloh merupakan Suku Bangsa yang mendiami Borneo, keberadaannya telah ada sebelum kedatangan bangsa Eropa ke tanah Borneo. Katamanggungan Tamambaloh adalah sebutan untuk wilayah adat Dayak ini. Sejak tahun 1886 hingga 2025 Katamanggungan Tamambaloh telah dipimpin oleh 10 Tamanggung, merupakan kaum yang berasal dari Samagat Tutu. Kaum samagat merupakan unsur penting dalam struktur sosial dan budaya Dayak Tamambaloh. Katamanggungan Tamambaloh hanya boleh dipimpin oleh seorang samagat tutu, yakni seorang samagat yang utuh, keturunan dari pasangan samagat. Namun sayangnya, Dayak Tamambaloh yang tergolong Samagat yang tutu sebagai golongan yang vital kini semakin berkurang jumlahnya.

