Diaman Bulatn: Hari-hari Pantang Kerja Ladang Menurut Pengetahuan Dayak Kanayatn
Penulis: Tim Peneliti Dayakologi | Editor: R. Giring
Berdasarkan UU Pemajuan Kebudayaan No. 5 tahun 2017, maka perlu dilakukan upaya inventarisasi, pengamanan, pemeliharaan, dan penyelamatan objek pemajuan kebudayaan.
Baca juga: https://kalimantanreview.com/berladang-itu-berjuang/
Menurut UU Pemajuan Kebudayaan ada 10 (sepuluh) objek pemajuan kebudayaan yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan tradisional dan olah raga tradisional. UU Pemajuan Kebudayaan juga menjamin semua warga negara dapat berperan aktif dalam pemajuan kebudayaan.
Artikel berikut ini mengusung semangat dan amanat UU Pemajuan Kebudayaan. Di kesempatan ini, kalimantanreview.com menyajikan artikel terkait keragaman sekaligus keunikan budaya di Kalbar, khususnya kebudayaan Masyarakat Adat Dayak Kanayatn.
Jadi, publikasi ini turut mendukung agenda pemajuan kebudayaan, khususnya upaya untuk memperkenalkan pengetahuan Dayak Kanayatn, melestarikan dan edukasi kebudayaan kepada masyarakat luas.
Bulan Juli 2026 ini, Masyarakat Adat Dayak Kanayatn, khususnya di Binua Kaca’ Kab. Landak, Kalbar sudah melewati masa “Pesta Padi” atau Naik Dango. Apabila perubahan iklim masih seperti pada masa-masa dulu, maka pada Juli ini Orang Dayak Kanayatn di Binua Kaca’ (Desa Raba, Desa Nangka, dan Desa Menjalin) Kecamatan Menjalin sudah memasuki musim tanam di ladang.
Artikel ini merupakan bentuk ringkas dari sub-bahasan dalam laporan riset Tim Dayakologi tentang Tradisi Perladangan Dayak Kanayatn Binua Kaca’, khususnya terkait perhitungan bulan dalam tradisi perladangan.
Diaman Bulatn
Diaman bulatn atau hari larangan kerja dalam bulan, adalah salah satu bentuk pengetahuan yang diyakini, sehingga membentuk mode atau tatanan perilaku perladangan di Masyarakat Adat Dayak Kanayatn. Diaman bulatn ialah waktu atau hari/tanggal tertentu (dalam penanggalan Cina) yang dipantangkan, karena diyakini dapat mengakibatkan hal bersifat negatif atau kurang menguntungkan. Istilah dan maknanya dapat dibaca dalam tabel berikut.

Nama dan Makna Hari Diaman Bulatn
a. Segol (jatuh tanggal satu Cina)
Segol diyakini sebagai hari yang menjadi hak binatang. Artinya apabila aktivitas atau kegiatan (nebas, nebang dan nugal) dilakukan pada tanggal satu Cina, maka hasilnya tidak dapat diharapkan banyak, karena semua tanaman yang diusahakan atau ditanam pada hari tersebut dianggap sebagai hak binatang.
b. Kadakng Tampil (bulan pertama muncul, tanggal 8 dan 9 Cina)
Kadakng Tampil bermakna: (1) penebangan yang dilakukan tanggal 8 dan 9 Cina tidak menguntungkan, karena ada dua kemungkinan yang akan terjadi, yakni: pertama kayu yang ditebang akan melengkung (kedakng), dan kedua, jika dibakar kayu tersebut tidak muda hangus; (2) Penugalan yang dilakukan tanggal tersebut akan menghambat pertumbuhan yang memungkinkan terjadinya popor, artinya benih yang ditanam tidak dan/atau akan tumbuh jarang.
Baca juga: https://kalimantanreview.com/nikmatnya-menyandau-durian/
c. Kira (jatuh tanggal 13 Cina)
Pelanggaran terhadap hari ini mempengaruhi perkembangan buah tanaman. Padi yang ditanam pada tanggal 13, akan berbuah lamban dan hasil panen sulit diperkirakan, karena buah yang terlihat bagus ternyata tidak berisi.

