Diaman Bulatn: Hari-hari Pantang Kerja Ladang Menurut Pengetahuan Dayak Kanayatn

21 Views

d. Bujakng (jatuh tanggal 14 Cina)

Bujakng berarti bujang. Jadi pekerjaan yang dilakukan pada tanggal ini berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan. Padi yang ditanam akan tumbuh subur tetapi tidak mau berbuah (sepertinya bujang terus), dan walaupun berbuah tangkainya kecil. Dalam idiom setempat keadaan tanaman seperti itu dinamakan kaeloatn atau terlampau subur, sehingga tidak mau berbuah.

e. Karinama Panuh atau Rarak (tanggal 15 Cina)

Menurut masyarakat di Binua Kaca’, bentuk bulan Karinama sama dengan purnama. Menurut pengetahuan mereka, penggarapan lahan atau penanaman yang dilakukan pada tanggal ini tidak menguntungkan. Pelanggaran terhadap keyakinan ini akan berakibat terhadap pertumbuhan benih. Menurut kepercayaan, benih yang ditanam tumbuhnya akan jarang.

f. Pauh (tejadi tanggal 16 Cina)

Bentuk bulan pada saat pauh terlihat seperti buah asam (asam pauh). Tanah yang diolah pada tanggal ini akan menjadi masam (kadar asamnya meningkat), sehingga berpengaruh bagi pertumbuhan padi yang ditanam.

g. Ngantukng dan Ngaluakng (jatuh tanggal 17 Cina)

Akibat yang akan terjadi jika dilakukan pelanggaran pada tanggal ini adalah: (1) Pertumbuhan akar tidak baik, pendek-pendek karena itu disebut ngantukng, sehing-ga padi yang tumbuh akan mudah tumbang (rabah), atau gampang mati walaupun hari tidak terlalu panas. (2) Benih yang ditanam tumbuhnya mengelompok seperti kalong, atau ngaluakng.

h. Kadakng Pulakng (jatuh pada tanggal 22 Cina)

Akibat yang timbuh karena pelanggaran kadakng pulakng adalah popor. Artinya padi yang ditanam sama sekali tidak tumbuh atau tumbuh sangat jarang sekali.

i. Tungul Kadakng (jatuh pada tanggal 23 Cina)

Pelanggaran terhadap hari ini akan berakibat pada kelangsungan hidup padi. Maksudnya walaupun padi tumbuh subur, akan tetapi sampai saatnya akan diserang hama secara masif, sehingga hanya akan meninggalkan tunggulnya  atau tungulnya.

j. Ngalalah Mati (labuh tanggal 29 Cina)

Kelangsungan padi yang digarap pada tanggal ini sangat sulit. Dapat diartikan hidup segan mati tak mau. Jika hidup penuh keluhan (ngalalah), sehingga mudah terkena serangan penyakit.

k. Ngalalah Hidup atau Kabat (labuh tanggal 30 Cina)

Dalam usaha perladangan, kegiatan yang dilakukan pada tanggal tersebut tidak terlalu berpengaruh, akan tetapi berpengaruh pada kehidupan keluarga yang tidak menentu. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa setiap diaman bulatn berkaitan de-ngan tanggal, oleh sebab itu sebelum masyarakat mengenal penanggalan, hari diaman bulatn mereka tentukan menurut bentuk bulan seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Bentuk bulan menurut Diaman Bulatn orang Dayak Kanayatn Binua Kaca’, Kab. Landak.

Penutup

Semoga artikel ini dapat membuka sedikit tabir objek pemajuan kebudayaan Masyarakat Adat Dayak Kanayatn Binua Kaca’, khususnya pengetahuan mereka tentang penanggalan bulan atau hari diaman bulatn.

Nah, seiring dengan perkembangan zaman, apakah di daerah pembaca, khususnya di masyarakat peladang, masih memiliki pengetahuan seperti Orang Dayak Kanayatn Binua Kaca’ ini? [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *