Suara Anak Komunitas Tampun Juah
Selain belajar di rumah aktivitas lain yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 adalah bantu orangtuanya panen lada di kebun, bersih- bersih hingga menjemur lada. Dia mengaku selama ini lebih banyak berada di rumah sambil belajar dari rumah, dan mematuhi imbauan pemerintah untuk hindari keramaian.
Harap pandemi Covid-19 segera berlalu
Sinta berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga bisa bersekolah kembali dan berkumpul dengan teman-temannya. “Saya ingin pergi keperpustakaan, rindu belajar bersama di bawah pohon rindang, sudah ingin diskusi kelompok dengan teman. Pokoknya rindu dengan suasana sekolah yang ceria dan ramai,” pungkasnya kepada KRonline. Sinta bukanlah satu-satunya, ada jutaan pelajar yang bernasib serupa bahkan mungkin bisa lebih parah, karena tidak semua daerah terjangkau signal internet atau akses signal operator seluler terbatas. Di pelosok Kalimantan juga masih banyak daerah yang belum ada akses listrik negara, kalaupun ada menyalanya bisa hitungan jam. Sebaliknya belajar hanya sebuah cara, tentang bagaimana sebuah proses terjadi untuk memanusiakan manusia yang cerdas sekaligus bermartabat, sehingga mestinya belajar tidak harus terbatas ruang, waktu dan tempat. Jika belajar sudah menjadi kebutuhan, maka semua hal menjadi cara untuk belajar, seperti dikatakan Mahatma Gandhi, hiduplah seakan kamu akan mati besok, dan belajarlah seakan kamu hidup selamanya.
Penulis teks & foto: Bendi. Editor: Giring & KG.


Keren..
Tulisan nya.
Akhirnya: teknologi komunikasi dan informatika membuat sekolah menjadi mahal karna anak didik harus punya HP, ada pulsa, paket data internet, dan listrik …sungguh sebuah gambaran kemunduran dunia pendidikan … krisis akibat wabah Covid-19 semestinya pemerintah melalui BUMN Telkom menggratiskan pulsa dan paket data internet untuk anak2 sekolah bukan sebaliknya membebani…biaya tambahan…
Belum lagi setiap tugas, anak kelas 1 SD pun selalu disertai video [YouTube] minimal 1 atau lebih video …jadi bayangkan data dan paket internet harus ada dan tersedia dana…aplikasi soal yang dikirim dalam format google …ternyata sudah terbaca semua akhirnya pemilik teknologi yang untung dibalik krisis dan wabah Covid-19…semestinya negara hadir dan tidak membiarkan pendidikan diobral mahal dan sulit untuk anak2 Indonesia …