Rp15 Miliar Dana APBD Provinsi Kalbar TA 2026 untuk Perbaikan Jalan Suti Semarang Ditanya Warga
Akun medsos itu juga menuliskan bahwa sampai Mei 2026, kondisi jalan masih berlumpur, dan belum ada tanda-tanda kegiatan pengerjaan.
“Belum ada paket lelang yang tayang di LPSE Kalbar untuk kegiatan ini. Makanya kami minta Dinas PUPR Kalbar buka data,” kata pemilik akun facebook tersebut.
Belum Tayang di LPSE
Adapun data yang diminta agar dibuka meliputi pertanyaan berikut: apakah paket kegiatan proyeknya sudah tayang di LPSE? Siapa KPA dan PPTK yang bertanggung jawab? Kapan lelang dan pengerjaan dimulai?
Pemilik akun itu juga menyatakan, “uang rakyat Rp15 miliar harus jadi jalan, bukan jadi janji. Kami akan kawal terus sampai ada kejelasan,” tegasnya.
Ia mengatakan upaya menyoroti dana APBD untuk kegiatan perbaikan jalan Suti Semarang itu didukung sepenuhnya oleh 8 Kades di wilayah Kec. Suti Semarang. Pertanyaan warga tentang dana perbaikan jalan Suti Semarang itu bukan sekadar bentuk sikap kritis, tapi sebuah hak untuk mengetahui dan kewajiban mengawasi semua proyek pembangunan infrastruktur umum.
Titik Terang
Dalam audiensi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Rabu (26/5/2026), beberapa warga Kab. Bengkayang, selain mempertanyakan keberadaan dana peningkatan jalan Sungkung, mereka juga mempertanyakan keberadaan dana peningkatan akses jalan Suti Semarang.
Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Kalbar, Wawan Kurniawan menjelaskan rencana proyek peningkatan jalan Suti Semarang TA 2026 memang ada.
“Namun jumlahnya sekarang Rp12 miliar setelah melalui tahap perubahan hingga 5 kali untuk alasan efisiensi,” kata Wawan. Menurut Wawan, kegiatan proyek peningkatan jalan Suti Semarang akan dimulai Juli 2026 ini. Untuk itu, diapun berharap supaya warga turut mengawasi kegiatan proyek tersebut.
Warga Kab. Bengkayang, khususnya warga dari 8 desa di Kec. Suti Semarang menunggu realisasi proyek peningkatan jalan Suti Semarang itu. Hasil tani sulit dijual, harga karet tak sebanding biaya angkut.
Pak Suryanto, warga Mareseng, salah satu kampung ke arah Suti Semarang mengatakan kondisi jalan yang berlumpur dan berlubang menyulitkan akses warga. Menurutnya, kondisi ini juga yang membuat para anggota dewan jarang sekali berkunjung ke Suti Semarang.
“Para anggota dewan hanya berkunjung ke Suti Semarang pada saat menjelang Pemilu,” keluhnya. Suryanto berharap agar pihak pemerintah memperhatikan kondisi jalan Suti Semarang dengan harapan segera diperbaiki.[*]

