Refleksi Idul Fitri Di Masa Pandemi Covid-19

2.320 Views

Melalui dukungan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, dengan berbagai jaringan sosial media dan telepon, ucapan selamat lebaran dan mohon maaf satu sama lain dapat dilakukan sejauh pulsa, sinyal dan kuota internet tersedia. Suasana meriah dan ramai karena tidak bisa bersilaturahmi secara langsung barangkali sedikit berkurang. Namun, suka cita hati tetap hadir di Idul Fitri pada 1 Syawal 1441 Hijriah ini. Bila hati merasakan suka cita hadir, maka respon raga jadi positif. Jiwa pun jadi penuh syukur dan berkhidmat.

Pandemi Covid-19 yang mendera bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, termasuk Waisak pada 7 Mei lalu, Hari Raya Paskah pada 12 April, dan Nyepi pada 25 Maret yang lalu, suka atau tidak suka memaksa umat Muslim, Budha, Katolik dan Protestan, serta Hindu untuk merenungkan makna sejati dari Hari Raya agamanya masing-masing. Pada akhirnya, dalam situasi Pandemi Covid-19 ini, sukacita Hari Raya keagamaanya lebih pada sejauh mana hati kita selalu tenang dan penuh dengan rasa syukur atas segala kehidupan ini. “Bangkit bersatu sesama umat dan satu bangsa melawan Covid-19 dalam perbedaan dan toleransi untuk NKRI dan khususnya untuk daerah Kabupaten Kubu Raya ini sangat penting saat ini,” pungkas Ketua Presidum PMKRI Cabang Sungai Raya, Sanctus Albertus Magnus melalui releasenya itu.

Dia menambahkan, kita diajak untuk mengasah rasa syukur kita dengan hanya bersama anggota keluarga dan mungkin hanya sendirian merayakannya. “Selamat Lebaran untuk umat Muslim di mana pun berada. Semoga Idul Fitri di masa Pandemi Covid-19 ini membawa keselamatan, berkah dan rezeki bagi Anda dan kita semua. Mohon maaf lahir dan batin,” katanya mengakhiri tulisannya.

Penulis teks & Foto: Lorens Suruk. Editor: R.Giring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *