Merawat Pedagi, Menghormati Leluhur: Upacara Adat Mpokang Pedagi Nongu Hosuang di Kampung Selesung

910 Views

Penulis & Foto: Hendrikus Hendi | Editor: Krissusandi Gunui’

Selesung, Pandan Sembuat, Tayan Hulu, KR—Masyarakat Adat Kampung Selesung atau Hosuang dalam penyebutan sehari-hari Masyarakat Adat Dayak sub-suku Hibun, Dusun Selesung, Desa Pandan Sembuat, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau melaksanakan upacara Adat Mpokang atau Bepontei Kone Pedagi Nongu Hosuang pada Senin (24/04/2023) lalu.

Upacara adat difasilitasi Para Pemangku serta Pemuntuh Adat Kampung Selesung diikuti dengan penuh semangat kekeluargaan sebagai satu keluarga besar, yang berasal dari leluhur yang sama.

Turut hadir pada upacara adat tersebut Penasehat Pemangkou Poyo Tono Hibun yang saat ini juga menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalbar yaitu Fransiskus Suwondo, SE; Kepala Desa Pandan Sembuat Yulianus Paolus, Temongguang Panca Karya Desa Pandan Sembuat Linson; Kepala Wilayah Selesung, Kepala Adat serta Tokoh Masyarakat dan warga Kampung Selesung.

Kehadiran para Pemuntuh Adat seperti Penasehat PTH, Temenggung, Kepala Desa serta beberapa Tokoh Masyarakat Adat Dayak Hibun di wilayah tersebut, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi komunitas-komunitas adat di wilayah Hibun agar selalu mempertahankan, merawat, melindungi dan melestarikan situs-situs kebudayaan di wilayah itu.

Selain itu, dengan kehadirin para Pemuntuh Hibun ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi muda Masyarakat Adat Dayak Hibun agar tidak malu mengakui kepercayaan leluhur berupa Pedagi Peguno ini sebagai warisan budaya yang patut dipertahakan di tengah kemajuan zaman saat ini.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pandan Sembuat, Yulianus Paolus menyampaikan bahwa kegiatan Masyarakat Adat ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk menghargai dan menghormati para leluhur. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, sebagai bentuk penghargaan kita kepada para leluhur, tanpa leluhur kita tidak akan ada hari ini,” sampainya.

Beliau juga mengingatkan warga agar bersama-sama menjaga, merawat dan melestarikan situs budaya pedagi ini agar selalu lestari bagi anak cucu kedepannya nanti. “Mari kita bersama menjaga, merawat dan melestarikan situs budaya ini agar tidak hilang atau punah di generasi anak cucu kita nanti,” imbaunya.

Jaga Budaya, Selamatkan Identitas

Sementara itu Penasehat Pemangkou Poyo Tono Hibun Fransiskus Suwondo mengingatkan generasi muda agar jangan sombong dan malu mengakui adat, tradisi dan budaya asli dari Masyarakat Adat setempat.

“Kadang mentang-mentang odiak jeh odoh sekuloah, jeh odoh pergaulan dan jeh khijo tik luar, lalu meninggalkan adat dan tradisi. Padahal pentingnya adat dan tradisi supaya identitas die Hibun ntou youw sampa moyoak, terkhusus identitas masyarakat Hosuang ntou youw sampa moyoak,” ujarnya menggunakan bahasa sub-suku Hibun.

Beliau juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif menjaga dan melestarikan adat budaya serta tradisi-tradisi peninggalan para leluhur sebagai sejarah bagi generasi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *