“Boteq Likut Sempekat, Tai Tetap Semangat”: CUG Sempekat Mandiri Sukses Gelar RAT

635 Views

Naskah: Manuk Kitow | Foto: Acok & Manuk Kitow | Editor: R. Giring

Sendawar, Barong Tongkok, Kutai Barat, KR—Betuah! Betuah! Betuah! Yel-yel khas CUG SM ini dipekikkan bersama-sama oleh 50-an peserta RAT CUG SM Tahun Buku 2022, Rabu (15/3/2023). RAT diselenggarakan secara tatap muka, di Lamin Tonyooi, Taman Budaya Sendawar, Barong Tongkok Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur. Lamin Tonyooi (biasa disebut Tunjung) ialah satu dari 6 lamin (rumah adat) yang ada di kompleks Taman Budaya tersebut—representasi dari Subsuku Dayak Benuaq, Aoheng, Bahau, Kenyah dan Melayu.

Pekikkan yel-yel itu membakar semangat peserta RAT dan memeriahkan suasana rapat. Rapat di tahun-tahun sebelumnya tidak dapat dilakukan secara tatap muka. Serba dibatasi demi memenuhi protokol Covid-19.

Jangan lupa senantiasa bekerja sama, kita harus terus semangat. Itu adalah pesan tema RAT CUG SM Tahun Buku 2022. Tema RAT adalah “Boteq Likut Sempekat, Tai Tetap Semangat” ini diambil dari idiom Dayak Tonyooi (Tunjung) Benuaq, salah satu Subsuku Dayak di Kabupaten Kutai Barat.

Hal tersebut dijelaskan Indra, aktivis senior CUG SM. “Melalui tema ini kami ingin mengingatkan anggota CUG SM agar tetap semangat dan jangan lupa untuk selalu bekerja sama. Ini harus dipertahankan dan bila perlu lebih ditingkatkan lagi, terlebih karena tema ini bersumber dari nilai-nilai budaya lokal kita Dayak di sini. Sebab dengan semangat dan gerakan kerja sama di antara para tokoh pionernyalah CUG SM berhasil didirikan pada 2001,” ujar Indra.

Ketua Pengurus CUG SM, Priyana, saat memberikan sambutan mengucapkan syukur atas terlaksananya RAT Tahun Buku 2022 karena sebelumnya sama sekali tidak bisa dilaksanakan secara langsung.

“Dengan tetap bekerja sama dan senantiasa semangat sebagaimana pesat tema RAT ini, maka saya harap supaya seluruh elemen CUG SM yaitu pengurus, pengawas, aktivis manajemen dan anggota meningkatkan kerja sama kita untuk kemajuan CUG SM yang kita cintai ini,” pungkas Priyana.

Dia menambahkan 50-an peserta RAT tersebut tidak meleset dari undangan yang disebarkan kepada anggota. Pada 2022, CUG SM memiliki 1038 anggota. Sebagian besar anggotanya adalah masyarakat adat dari beberapa daerah di Kab. Kutai Barat—yang masih melestarikan adat dan tradisi. Anggota CUG SM memiliki aktivis operasional sebanyak 9 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *