Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon Ingin Ada Museum Dayak di Kalimantan dan Sebut Dana Abadi Kebudayaan Tidak Kena Efisiensi Anggaran
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang dikenal sebagai politisi yang gemar mengoleksi berbagai karya seni, seperti mandau, dan karya lukisan, mengapresiasi perkembangan ekspresi seni budaya di daerah Pontianak, termasuk pop culture-nya. BahkanFadli Zon juga menyatakan jika dirinya ingin sekali melihat museum Dayak di Kalimantan karena Dayak itu beragam sehingga memiliki kekayaan warisan budaya. Dalam kesempatan tersebut, dia juga memotivasi hadirin untuk berkompetisi dalam mengajukan dukungan Dana Abadi Kebudayaan melalui Program Dana Indonesiana di bawah Kementerian Kebudayaan.
“Kita patut bersyukur karena Dana Abadi Kebudayaan tidak kena kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah. Oleh karena itu, saya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh lembaga kebudayaan dan para penggiat seni budaya di daerah ini agar berkompetisi mengajukan dukungan pendanaan dari Program Dana Indonesiana,” pungkasnya.
Fadli Zon juga mengapresiasi Film “Women from Rote Island” yang disutradarai oleh Jeremias Nyangoen, kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat. Film yang dikenal juga dengan judul “Perempuan Berkelamin Darah” bertema kekerasan seksual, mengisahkan seorang perempuan asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang menjadi TKW yang menghadapi diskriminasi dan kekerasan seksual di luar negeri maupun saat pulang ke kampung halamannya sendiri.
Film “Women from Rote Island” resmi menjadi perwakilan Indonesia untuk berkompetisi dalam ketegori Best International Feature Film Academy Awards ke-97 pada ajang Piala Oscar tahun 2025.
Wakil Gubernur Kalbar terpilih, Krisantus, saat mendampingi Menteri Kebudayaan tersebut mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan bagi berbagai ekspresi kebudayaan di Kalbar. Juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar agar bisa memastikan kehadiran Menteri Kebudayaan untuk membuka Pekan Gawai Dayak yang akan digelar secara rutin setiap bulan Mei 2025 nanti.
“Di Pekan Gawai Dayak pada Mei 2025 nanti, saya minta agar panitianya memberikan kesempatan untuk menampilkan semua kebudayaan yang ada di Kalbar ini. Saya pesan agar Ibu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar bisa memastikan kehadiran Bapak Menteri Kebudayaan untuk membuka Pekan Gawai Dayak nanti,” pungkas Krisantus.[ ]

