Memperkuat Revitalisasi Budaya, Pemda Bengkayang melalui Disdikbud teken Kontrak Kerjasama dengan Institut Dayakologi

426 Views

Mulai dengan Langkah Affirmasi untuk Eksistensi Kebudayaan di Bumi Sebalo

Pontianak—Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang kembali mengajak Institut Dayakologi bekerjasama dalam advokasi kebudayaan melalui riset kebudayaan dalam rangka penyusunan Naskah Akademik Raperda tentang Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Bengkayang. Secara resmi kerjasama tersebut dituangkan dalam sebuah dokumen Perjanjian Kerjasama yang proses penandatanganannya dilakukan pada Selasa (25/2/2020) bertempat di Jurung ID, Pontianak. Hal tersebut sebenarnya adalah tindak lanjut dari seminar revitalisasi kebudayaan lokal di Kabupaten Bengkayang, yang diselenggarakan pada Desember 2019 lalu, di mana Institut Dayakologi sebagai narasumbernya saat itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kebudayaan DISDIKBUD Kab. Bengkayang, Pius, S.Pd saat menyampaikan sambutannya. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa adanya kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang dengan Institut Dayakologi ini adalah karena kami menilai Institut Dayakologi adalah lembaga memiliki kompetensi dan pengalaman dalam kerja-kerja terkait kebudayaan. “Kami berharap kajian kebudayaan yang menghasilkan naskah akademik Raperda Pemajuan Kebudayaan ini sendiri bisa segera memberikan landasan teoretis, empiris, termasuk filosofis, sosiologis dan yuridis terhadap payung hukum yang akan menjadi pijakan bagi kami dalam melaksanakan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan di Kab. Bengkayang. Dengan Perdanya (Red: Perda Pemajuan Kebudayaan di Kab. Bengkayang) kelak setidaknya bisa melindungi, menyelamatkan dan memelihara seluruh objek pemajuan kebudayaan di Kab. Bengkayang,” pungkasnya optimis.

Pertemuan ID-Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Bengkayang di Jurung ID Pontianak.

Tidak sekedar regulasi

Direktur Eksekutif Institut Dayakologi, Krissusandi Gunui’, dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kerjasama kebudayaan tersebut memang tentang riset kebudayaan dalam rangka penyusunan naskah akademik. Riset adalah salah satu bagian dari wujud advokasi dan kerja-kerja kebudayaan yang selama ini dilakukan ID, tentu saja riset yang partisipatif berbasiskan seluruh pengetahuan dan masalah yang dihadapi masyarakat kita, sehingga hasil riset ini nanti, diharapkan semakin memperkuat eksistensi kebudayaan lokal di Kab. Bengkayang. “Riset ini, hanya langkah awal sebagai strategi bersama dalam memperkuat posisi kebudayaan kita, kita tidak sekedar sampai pada regulasi berupa Perda saja, tapi yang paling penting adalah bagaimana melalui langkah awal kerjasama ini, seluruh objek pemajuan kebudayaan di Kab. Bengkayang bisa kita angkat bersama, revitalisasi dan dapat kita wariskan kepada generasi berikutnya agar kebudayaan kita eksis sepanjang jaman,” ujarnya usai pertemuan itu.

Kriss Gunui’ menambahkan, ID harap kerjasama ini bukan hanya seremonial semata, melainkan kerjasama yang konstruktif dan ke depannya bisa memberikan pengaruh yang semakin memperkuat upaya-upaya penyelamatan sumber-sumber identitas kebudayaan itu sendiri seperti hutan, tanah dan air termasuk wilayah keramat adat. “Keramat adalah simbol di mana praktik ritual adat juga berlangsung. Wilayah adat dan keramat-keramat yang bisa diselamatkan dan pulihkan mestinya bisa kita revitalisasi bersama, niscaya akan berkontribusi utk memartabatkan bangsa,” Pungkasnya.

Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut turut disaksikan oleh sejumlah staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang dan beberapa aktivis Institut Dayakologi.

Penulis: Yeremias. Foto: Roni. Editor: Giring & Krissusandi Gunui’.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *