Para Malaikat di Sekitar RS: Di Dalam Mobil Grab
Novena terucap, Rosario menemani,
mencari kekuatan, di setiap hembusan sunyi.
Pintu Grab terbuka, sang sopir menyapa,
senyumnya hangat, redakan gundah di raga.
Tujuan: Rumah Sakit, panggilan jiwa memanggil,
kembali berkarya, meski langkah terasa canggung dan ringkih.
Di perjalanan sunyi, kisah pun mengalir,
bukan keluh kesah, tapi semangat yang jujur.
Sang sopir bertutur, tentang hidup dan perjuangan,
“Setiap sakit adalah anugerah,” tuturnya penuh iman.
Seolah suara Tuhan, lewat insan biasa,
pesan peneguhan, hilangkan ragu di dada.
Teringat Santo Peregrinus, pelindung penderita kanker,
bahwa dalam cobaan, kasih-Nya nyata terasa.
Mobil melaju, menuju gerbang rumah sakit,
jiwa terisi penuh, semangat bangkit.
Terima kasih, Bapa, atas jamahan-Mu yang nyata,
melalui sopir Grab, Kau pulihkan ragaku, juga jiwaku yang letih.
Aku, Justina, siap kembali melayani,
menjadi berkat bagi sesama, di setiap hari.
Luka ini jadi saksi, iman yang kian bertumbuh, bahwa kasih Tuhan, sanggup pulihkan yang rapuh.

