Mengenang Mendiang Silvia Sayu, Doktor Perempuan Dayak Pertama dari Tanah Krio
Perjalanan pengabdiannya berlanjut sebagai dosen di FKIP, Universitas Tanjungpura Pontianak. Tesisnya adalah tentang Ethno-Matematics, sebuah istilah yang masih jarang terdengar, yang mempelajari hubungan antara matematika dan budaya. Melalui disiplin ilmu Etno-matematika Bu Silvi melihat bagaimana konsep matematika digunakan, dipahami, dan dikembangkan dalam konteks budaya Dayak Krio dari mana ia berasal.

Bu Silvi juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan sumber daya manusia dan keutuhan ciptaan. Beliau percaya bahwa pemberdayaan masyarakat yang holistik tidak mungkin tercapai tanpa kualitas manusia yang kuat dan komitmen akan pertobatan ekologis. Di YKSPK beliau mengelola dan mengembangkan program Pendidikan Kritis yang telah memberikan bantuan beasiswa bagi ribuan pelajar dan mahasiswa, khususnya yang kurang mampu yang berasal dari pedalaman.
Di bidang ekonomi kerakyatan, beliau dikenal konsisten mendorong peningkatan etos kerja, solidaritas sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Baginya, gerakan ekonomi rakyat tidak boleh semata berorientasi pada angka dan nilai ekonomis, tetapi harus berakar pula pada nilai kemanusiaan, kelestarian alam dan budaya lokal. Oleh sebab itulah beliau secara konsisten mendukung Credit Union Gerakan Konsepsi Filosofi Petani yang menjadi ciri khas Credit Union yang dikembangkan oleh Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih sejak dulu hingga sekarang.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, ketika gangguan kesehatan mulai memaksa beliau untuk melakukan perawatan kesehatan secara rutin, beliau masih tetap bersemangat dan ingin selalu terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilakukan. Hal ini menunjukkan komitmen dan kecintaan beliau yang tidak pernah surut meskipun usia dan kesehatan mulai menurunkan kondisi beliau.
Hingga akhir hayatnya, Bu Silvi masih tercatat sebagai Pembina YKSPK dan Penasehat CU Gerakan Canaga Antutn. Posisi itu dijalankan bukan sebagai formalitas, melainkan dengan keterlibatan nyata — memberi nasihat, menguatkan kader muda, dan terus mengingatkan semua agar setia pada nilai-nilai dasar dan Visi-Misi Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih. Di masa lalu, beliau juga pernah beberapa kali mengabdikan diri sebagai pengurus di CU Pancur Kasih dan BKCUK/PUSKOPCUINA.
Perjalanan hidup Bu Silvi menyiratkan pesan yang kuat dan mendalam, yakni jangan pernah lelah “mengabdi untuk kehidupan dan keselamatan”. Pro Vita et Salus. Rawat selalu idealisme. Jaga selalu integritas. Tetaplah rendah hati serta berpihak kepada masyarakat kecil dan kelestarian alam.
“Itulah nilai yang selalu beliau hidupi. Kita semua tentu tidak sempurna, demikian pula almarhumah sebagai manusia. Namun dedikasi, ketekunan, dan ketulusannya adalah teladan berharga. Semoga kita semua yang ditinggalkan mampu melanjutkan semangat tersebut dengan kreativitas dan komitmen baru sesuai tantangan zaman,” pungkas John dalam sambutan mengantarkan mendiang Bu Silvia Sayu ke gerbang peristirahan terakhirnya.
Dalam kenangan Ansilla Twiseda Mecer, Ketua YKSPK, Bu Silvi adalah seorang motivator dan inspirator. “Komitmen dan kesetiaan beliau memberikan inspirasi dalam pelayanan dan pemberdayaan bagi para aktivis di GPPK. Beliau juga merupakan motivator dan penyemangat bagi kami,” kata Wisda.
Sementara itu Saulus Edy, Ketua Pengawas CU Gerakan Canaga Antutn berkesan, Ibu Silvia Sayu merupakan sosok pendidik, motivator yang selalu konsisten mengingatkan segenap aktivis CUG Canaga Antutn terkait pelaksanaan konsepsi filosofi petani. “Bu Silvi mengajarkan tentang kesetiaan dan kejujuran. Bagi kami di CUG Canaga Antutn, beliau adalah sosok seorang ibu,” kenang Edy yang juga Direktur PPSDAK.
Dalam sosok Dr. Silvia Sayu yang juga pernah menjadi peneliti tradisi lisan Dayak Krio untuk Pusat Dayakologi (dulu: IDRD), satu benang merah tentang kiprah beliau sebagai pejuang, dan aktivis hingga akhir hayatnya adalah keteguhannya menanamkan nilai-nilai Pancur Kasih dalam berbagai karya pengabdiannya.
Terima kasih atas dedikasi, keteladanan, dan Kasih yang telah Ibu “pancurkan”kepada kami semua. Semangat keaktivisanmu adalah contoh, khususnya bagi para aktivis muda GPPK.
Semoga Tuhan Yang Maha Kasih menerima Ibu dalam damai abadi, memberikan tempat terbaik bersama orang-orang beriman yang berkenan bagi Allah Bapa. Selamat jalan, Bu Silvi.[*]

