Masyarakat Adat Hibun Pimpin Ritual Adat pada Pekan Gawai Dayak Ke-20 Kabupaten Sanggau

Ncangi Dahi adalah salah satu dari beberapa ritual adat yang biasa dilaksanakan oleh masyarakat adat Hibun setelah masa panen padi selesai dilakukan. Ritual adat sebagai ungkapan syukur kepada Ponempo (Pencipta) ini dan menghormati Sengiyoang Podi (semangat padi) karena telah menghidupkan dan menyuburkan padi bagi manusia Hibun.
Baca juga: https://kalimantanreview.com/meneliti-putusan-adat-pati-nyawa-mona-raih-gelar-doktor/
Ritual Adat Ncangi Podi dipimpin 2 orang Tukoang Pomoang dari komunitas Hibun Ompu Sanjang Nkunuak dan Ompu Kedakas, yaitu Abai Alexander Acon sebagai Bo’ Pomoang dan Woah Abeng sebagai Penyunduw.
Perlu dilestarikan
Saat membuka PGD ke-20 Kabupaten Sanggau pada tanggal 7 Juli 2024 lalu, Pj. Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Asisten II Setda provinsi Kalimantan Barat, Ignasius Ik, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat di Kabupaten Sanggau, yang masih mempertahankan ritual adat sebagai bagian dari keudayaan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu budaya yang harus kita lestarikan. Ini adalah momen penting bagi masyarakat suku Dayak Kabupaten Sanggau untuk mengungkap sebagai rasa syukur atas hasil panen yang diperoleh, dan memohon agar minu podi mau kembali ke lumbung (jurokng) di kampung,”katanya.

Pekan Gawai Dayak di Kabupaten Sanggau tersebut telah menjadi daya tarik wisata. Ignasius Ik juga berharap agar masyarakat adat dapat melestarikan adat istiadat dan tradisi di lingkungan masyarakat yang semakin berubah sekarang ini.
“Di tengah perkembangan zaman dan lingkungan yang berubah, seluruh pihak mesti semakin meningkatkan edukasi dan wawasan kepada generasi muda mengenai pentingnya pelestarian adat istiadat dan tradisi di komunitas masing-masing,”pungkasnya.[ ]

