Masyakat Sipil Mencari Jalan Pulang
Oleh: RIWANTO TIRTOSUDARMO – Peneliti Independen. Tinggal di Bogor.
Tadi malam, secara kebetulan, saya menemukan majalah Prisma lama, Nomor 1, Volume 36, Tahun 2017; yang bertema “Negara, Kesejahteraan dan Demokrasi”. Prisma ini masih digarap oleh dua pengawal Prisma paling setia Daniel Dhakidae dan Harry Wibowo, yang kita tahu keduanya telah meninggalkan kita. Prisma ini dimulai dengan semacam pengantar oleh Daniel Dhakidae yang berjudul “Demokrasi, Demografi dan Kemashalatan”.
Dalam deretan kontributor antara lain ada Olle Tornquist, Cornelis Lay, Amalinda Savirani, Eric Hiariej, Airlangga Pribadi Kusman, Purwo Santoso, Vedi R. Hadiz dan Rocky Gerung. Dari semua tulisan-tulisan yang sangat menarik itu, perhatian saya tertuju pada tulisan Rocky Gerung, yang merupakan tulisan terakhir (halaman 179-183), dan rupanya sebuah resensi buku karya Peter Dauvergne dan Geneive Lebaron yang terbit tahun 2014, berjudul Protest, Inc.: The Corporatization of Activism.
Buku ini mengupas tentang perkembangan terakhir gerakan masyarakat sipil pada tingkat global yang cenderung mendekat dengan korporasi-korporasi besar. Bagian menarik dari resensi Rocky Gerung adalah ketika dia membawa perkembangan tingkat global ini ke apa yang terjadi dengan LSM di Indonesia sekitar tahun 2017, saat Prisma ini terbit.

