Kisah Natalia (32 tahun) yang Diterkam Buaya Hingga Kaki Kanannya Putus Separuh
Beberapa saat setelah ibu Natalia dibawa ke Puskesmas Tayan, menurut Pak Ateng, warga menyaksikan buaya itu timbul di sekitar lanting warga dan masih membawa kaki manusia di moncongnya.
“Sekarang warga semakin was-was karena buaya itu timbul lagi setelah menerkam isteri saya. Saya harap isteri saya segera dioperasi dan nanti bisa menggunakan kaki palsu. Tapi kami kesulitan biaya,”kata Ateng, suami Natalia asal Desa Bagan Asam ini.
Dia juga mengaku sangat mengharapkan bantuan dari pihak-pihak yang berbaik hati agar turut meringatkan beban biaya untuk penanganan medis kepada isterinya.
Kejadian di Desa Tanjung Beringin
Pak Nias, Kades Kampung Baru, melalui telpon mengatakan kejadian seperti ini pernah terjadi di Kampung Penyalai, Desa Tanjung Beringin, Kec. Batu Ampar, Kab. Kubu Raya. “Pada 2020 lalu, warga laki-laki sekitar 40 tahun, asal Kampung Penyalai, Desa Tanjung Beringin yang berjarak 20 km di hilir Dusun Kelapuk ini juga diterkam buaya hingga meninggal. Kabarnya saat itu, ia juga sedang mandi di lantingnya lalu disambar buaya, “kata Pak Nias.
Mengapa Buaya Menyerang Manusia?
Peneliti Utama LIPI, Hellen Kurniati, seperti dilansir nationalgeographic. grid.id, mengatakan, buaya menyerang manusia adalah karena buaya kehilangan pakan alaminya.
“Buaya adalah predator yang menargetkan hewan dengan ukuran lebih kecil dari ukuran tubuh mereka. Hewan yang menjadi incaran mereka adalah ikan, burung, reptil, dan mamalia kecil. Pada dasarnya buaya tidak memangsa manusia,” ujar Hellen Kurniati.

Kehilangan pakan alami buaya di Kalbar terkait erat kondisi sumber daya hutan yang mengalami kerusakan akibat perilaku manusia. Seperti dilansir KOMPAS.com (28/3/2024), menurut perhitungan Auriga Nusantara, Kalbar termasuk 10 provinsi dengan deforestasi terparah seluas 35.162 Ha. Kalimantan. Kalimantan bagian Indonesia telah kehilangan hutan seluas 257.384 Ha.
Ekosistem alam sekitar Sungai Kapuas dan anak Sungai Kapuas sudah tidak nyaman lagi bagi kelangsungan habitat buaya sungai. Dilansir dari SINDOnews.com, buaya merupakan binatang reptil air terbesar di dunia. Panjangnya bisa mencapai 7 meter dengan berat 1.000 kg. Buaya dapat hidup di berbagai lingkungan, termasuk danau, sungai, air tawar, air asin dan air payau.[*]

